FLS3N Pageruyung Kendal Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Pencarian Bibit Seniman Muda

FLS3N Pageruyung jadi ajang pelestarian budaya dan pencarian bakat seni siswa, sekaligus membentuk karakter dan kreativitas generasi muda.
KENDAL, puskapik.com - Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Pageruyung tahun 2026 bukan sekadar ajang kompetisi semata, melainkan menjadi wadah pelestarian budaya bangsa sekaligus sarana mencari bibit unggul berbakat di bidang seni sejak usia dini.
Kegiatan yang diikuti puluhan siswa sekolah dasar tersebut mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”.
Tema ini dipilih sebagai refleksi pentingnya seni dalam membentuk karakter peserta didik agar tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan rasa dan nilai estetika budaya.
Baca Juga: 32 Tim Ramaikan Turnamen Kapolres Tegal Cup IV, Perebutkan Hadiah Rp 150 Juta
FLS3N 2026 resmi dibuka oleh Korwilcam Biddik Kecamatan Pageruyung, Ana Soeprihatin. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu menjadi ruang pengembangan bakat sekaligus media pembentukan karakter siswa.
Menurutnya, seni merupakan jendela peradaban sebuah bangsa. Karena itu, melalui FLS3N, pihaknya berkomitmen terus memfasilitasi siswa agar dapat menyalurkan minat dan bakat di bidang seni serta menanamkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia.
Baca Juga: Bupati Pemalang Perintahkan Stadion Jatidiri Comal Segara Direvitalisasi
“Saya sangat bangga melihat antusiasme anak-anak dan para guru pendamping. FLS3N ini adalah momentum yang tepat untuk menyaring potensi-potensi tersembunyi yang ada di Pageruyung. Kami berharap ajang ini bukan hanya kegiatan wajib tahunan, tetapi benar-benar mampu melahirkan seniman muda yang nantinya bisa mengharumkan nama Pageruyung bahkan Kendal di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Kegiatan FLS3N Kecamatan Pageruyung, Pahroji, mengatakan jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Tercatat sebanyak 27 sekolah dasar ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Para peserta berkompetisi dalam tujuh kategori lomba, yakni Tari Kreasi Daerah, Menyanyi Tunggal, Melukis, Pantomim, Mendongeng, Kriya, dan Menulis Cerita.
Pahroji menjelaskan persiapan kegiatan telah dilakukan jauh hari dengan melibatkan panitia kecamatan serta dewan juri yang kompeten di bidang seni. Para juri didatangkan dari kalangan seniman senior guna memastikan proses penilaian berlangsung objektif, transparan, dan profesional.
“Kami ingin memastikan anak-anak yang lolos nantinya benar-benar merupakan yang terbaik dan siap mewakili Kecamatan Pageruyung di tingkat Kabupaten. Penilaian tidak hanya melihat teknik dan kemampuan, tetapi juga penampilan, kostum, serta karakter dan ekspresi yang ditampilkan peserta,” terangnya.
Antusiasme juga datang dari para guru pendamping. Salah satunya, Setiyanto, yang mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, FLS3N memberi dampak positif bagi siswa, terutama dalam mengurangi ketergantungan terhadap gawai sekaligus melatih mental tampil di depan umum.
“Anak didik kami mengikuti lomba ini, senang sekali rasanya melihat dia percaya diri tampil di panggung. Kegiatan seperti ini sangat bagus untuk mengasah mental dan bakat anak. Terima kasih kepada panitia yang sudah menyelenggarakan,” ujarnya.
Penyelenggaraan FLS3N 2026 di Kecamatan Pageruyung membuktikan bahwa dunia pendidikan tidak selalu identik dengan suasana belajar di dalam kelas. Di balik persaingan lomba, tumbuh nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya bangsa yang tertanam kuat dalam diri generasi muda.


