Golkar Kendal Tegaskan Kasus Dugaan Penggelapan Koperasi Murni Urusan Pribadi

Golkar Kendal tegaskan dugaan penggelapan dana koperasi oleh kadernya adalah urusan pribadi, partai tidak terkait dan hormati proses hukum.
KENDAL,puskapik.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Kendal, Bagus Bimo Alit, menegaskan bahwa kasus dugaan penggelapan dana nasabah koperasi yang menyeret nama salah satu kadernya tidak memiliki kaitan dengan institusi partai.
Kader yang dimaksud adalah Mora Sandy Purwandono, yang diketahui merupakan anggota Partai Golkar Kendal.
Meski demikian, Bimo menegaskan bahwa persoalan hukum yang tengah mencuat tersebut merupakan urusan pribadi yang bersangkutan.
Baca Juga: Ribuan Porsi Lontong Opor dan Soto Meriahkan Haul Wali Gembyang di Kendal
“Iya benar, itu adalah kader kami dan anggota kami. Tapi kasus itu tidak ada sangkut pautnya dengan partai. Itu murni permasalahan pribadi,” tegas Bimo.
Bimo menambahkan, Partai Golkar menghormati proses hukum yang tengah berjalan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak berwenang.
Ia juga menegaskan bahwa partai tidak akan melakukan intervensi dalam persoalan hukum yang menimpa kadernya.
Baca Juga: Pusing Bagian Kepala Belakang, Waspadai Gelaja Kolesterol Tinggi Pascalebaran 2026
“Partai tidak ikut campur dalam urusan pribadi kader. Kami menghormati proses hukum yang berlaku,” tandasnya.
Meski demikian, pihaknya tetap akan memantau perkembangan kasus tersebut, terutama terkait dampaknya terhadap nama baik partai di mata publik.
Kasus ini sebelumnya mencuat setelah nama Mora Sandy Purwandono disebut dalam dugaan penggelapan dana simpanan nasabah Koperasi Bhakti Makmur Jaya di Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.
Sejumlah nasabah mengaku belum dapat mencairkan dana mereka, dengan nilai kerugian bervariasi mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.
Kondisi ini memicu aksi protes dari puluhan nasabah yang mendatangi kantor koperasi serta kediaman Mora Sandy untuk menuntut pengembalian dana.
Namun, saat mendatangi rumah yang bersangkutan, para nasabah tidak berhasil menemuinya. Salah seorang warga sekaligus korban, Angga, mengungkapkan bahwa sejak sekitar sepekan sebelum Lebaran, rumah Mora Sandy terlihat sepi.
“Saya sudah lama tidak melihat beliau. Sejak sebelum Lebaran, rumahnya sudah kosong,” ujar Angga.
Artikel Terkait

Wagub Taj Yasin Menyambut Baik Kolaborasi Masyarakat Ekonomi Syariah Jateng dengan KDKMP Tambakrejo

Gubernur Luthfi: Ekonomi Kreatif Harus Bisa Ciptakan Lapangan Kerja

Nur Atikah, Buruh Pabrik di Brebes yang Menjaga Asa Lewat Rumah Subsidi
