Gubernur Ahmad Luthfi: Kepala Daerah Tidak Boleh Libur Lebaran

Selasa, 10 Maret 2026 | 10.01
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melarang kepala daerah keluar wilayah saat libur Lebaran 2026 guna memastikan pelayanan publik dan pengamanan arus mudik tetap optimal.

SEMARANG, puskapik.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan seluruh kepala daerah di wilayahnya tidak boleh meninggalkan daerah selama masa libur Lebaran 2026. Kebijakan tersebut bertujuan memastikan pelayanan publik serta pengamanan arus mudik tetap berjalan optimal.

Penegasan itu disampaikan Luthfi saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bersama para bupati dan wali kota serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (9/3/2026).

Menurut Ahmad Luthfi, arahan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 000.2.3/1171/SJ tertanggal 8 Maret 2026 tentang penundaan perjalanan ke luar negeri bagi kepala daerah selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Baca Juga: Kala Taj Yasin Wujudkan Mimpi-Mimpi Anak Panti

“Saya ingatkan H-7 dan H+7 kepala daerah tetap berada di wilayah masing-masing sesuai surat edaran Mendagri,” kata Ahmad Luthfi.

Ia meminta seluruh bupati dan wali kota mencermati serta mematuhi ketentuan tersebut. Pasalnya, selama periode mudik Lebaran, pemerintah daerah harus siap memantau kondisi wilayah sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Ahmad Luthfi mengatakan, Jawa Tengah diperkirakan akan menjadi salah satu tujuan utama pemudik pada Lebaran tahun ini. Berdasarkan proyeksi pemerintah, jumlah pemudik yang masuk ke provinsi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 17,3 juta orang.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Borong Takjil, UMKM Kuliner Ikut Panen Pembeli

“Diprediksi tahun ini ada sekitar 17,3 juta pemudik yang akan masuk ke wilayah Jawa Tengah,” ujarnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah juga membahas kesiapan berbagai sektor menghadapi arus mudik dan balik Lebaran. Mulai dari kesiapan sarana dan prasarana transportasi, ketersediaan bahan pokok penting, hingga mitigasi daerah rawan bencana. Rakor itu turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, serta jajaran Forkopimda.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait