Industri Furnitur di Kendal Tak Lagi Sekadar Kayu dan Alat, Generasi Muda Dituntut Kuasai Teknologi

Selasa, 8 September 2026 | 12.00
Direktur Polifurneka dan perwakilan perusahaan dari Jerman  saat pembukaan Talent Camp Asia 2026, di kampus Polifurneka. (edhot)
Direktur Polifurneka dan perwakilan perusahaan dari Jerman saat pembukaan Talent Camp Asia 2026, di kampus Polifurneka. (edhot)

Talent Camp Asia 2026 di Polifurneka Kendal dorong generasi muda menguasai teknologi, desain, dan kreativitas untuk menghadapi masa depan industri furnitur.

KENDAL, puskapik.com — Industri furnitur Indonesia tengah memasuki babak baru. Keahlian mengolah kayu secara manual saja dinilai tak lagi cukup untuk menghadapi perubahan industri yang semakin mengandalkan teknologi, desain, kreativitas, hingga sistem produksi otomatis.

Tantangan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Talent Camp Asia 2026 yang digelar di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kendal, Senin (7/9/2026).

Kegiatan yang untuk kedua kalinya digelar di Polifurneka tersebut bukan sekadar ajang kompetisi.

Baca Juga: Tungku Ditinggal Mengamen, Rumah dan Warung di Paduraksa Pemalang Terbakar

Talent Camp Asia menjadi ruang pembelajaran sekaligus kolaborasi untuk menyiapkan generasi muda agar mampu mengikuti perkembangan industri furnitur yang semakin berbasis teknologi.

Direktur Polifurneka Kendal, Dr Peni Shoffiyati SP MSi, mengatakan Talent Camp Asia yang dimulai sejak 2023 telah berkembang menjadi wadah pembelajaran dan pertukaran pengetahuan antara insan akademik dengan pihak eksternal, termasuk tenaga ahli internasional.

Tahun ini, kegiatan diikuti 40 peserta. Sebanyak 29 peserta berasal dari internal Polifurneka yang terdiri atas dosen dan mahasiswa, sedangkan 11 lainnya merupakan peserta eksternal.

Baca Juga: Biasanya Sidak Warga Binaan, Kali Ini HP Petugas Lapas Plantungan Kendal yang Diperiksa

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi insan akademik Politeknik, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dengan pihak eksternal,” ujar Peni.

Menurutnya, Talent Camp Asia juga diarahkan menjadi ajang yang melibatkan peserta dari berbagai negara Asia, di antaranya Jepang, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Brunei Darussalam, dan India.

Sejumlah materi mengenai perkembangan teknologi desain furnitur modern turut diberikan dalam kegiatan tersebut. Regional Director CAD+T Austria Pty/Ltd, William Dedella, dijadwalkan memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan software CAD+T dalam pengembangan desain furnitur.

Peni menjelaskan, sebelum digelar di Polifurneka, Talent Camp Asia pada 2023 dan 2024 berlangsung di Pradita University, Tangerang. Sejak 2025, pihak CAD+T memilih Polifurneka sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki sarana dan prasarana yang mendukung penerapan langsung hasil pelatihan.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Industri BPSDMI Kementerian Perindustrian, Wulan Aprilianti Permatasari, saat membuka kegiatan secara daring mengatakan Talent Camp Asia 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri furnitur.

Menurutnya, tenaga kerja industri masa depan harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi sekaligus menghadapi persaingan global.

“Teknologi terbaru harus bersinergi dengan pikiran, ide, dan gagasan peserta untuk membuat suatu produk yang baru dan berbeda,” kata Wulan.

Halaman 1 dari 2