Biasanya Sidak Warga Binaan, Kali Ini HP Petugas Lapas Plantungan Kendal yang Diperiksa

Selasa, 8 September 2026 | 11.15
HP petugas Lapas Kelas IIB Plantungan diperiksa usai apel pagi. (edhot)
HP petugas Lapas Kelas IIB Plantungan diperiksa usai apel pagi. (edhot)

Sidak mendadak dilakukan Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan usai apel pagi. HP pegawai dan peserta magang diperiksa untuk mencegah keterlibatan judi online.

KENDAL, puskapik.com — Ada yang berbeda dalam pengawasan di Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Selasa (8/9/2026).

Jika pemeriksaan telepon seluler biasanya identik dengan warga binaan, kali ini justru perangkat milik pegawai dan peserta magang yang diperiksa secara mendadak.

Sidak dilakukan sesaat setelah apel pagi sebagai langkah pencegahan keterlibatan jajaran lapas dalam praktik judi online (judol).

Baca Juga: Bukan Sekadar Latihan, Prajurit Kopassus Tutup Kegiatan dengan Aksi Sosial di Kendal

Pemeriksaan tersebut dipimpin langsung Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, S.H., M.H.

Langkah tersebut menjadi penegasan bahwa upaya memberantas judi online tidak berhenti pada lingkungan warga binaan.

Jajaran internal lapas pun menjadi bagian dari pengawasan untuk memastikan lingkungan kerja benar-benar bersih dari aktivitas tersebut.

Baca Juga: 10 Ribu Jiwa di Pakulaut Tegal Mengandalkan 1 Sumur, Warga Butuh Air Bersih

Sebelum pemeriksaan dimulai, Suharno terlebih dahulu memberikan pengarahan dalam apel pagi. Ia mengingatkan seluruh pegawai mengenai pentingnya menjaga integritas dan kedisiplinan sebagai aparatur sipil negara.

Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait larangan judi online juga kembali ditekankan. Pegawai diminta tidak hanya menghindari aktivitas perjudian secara langsung, tetapi juga tidak memanfaatkan perangkat komunikasi untuk mengakses, mempromosikan, maupun terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan judi online.

Usai apel, pemeriksaan telepon seluler dilakukan. Pegawai dan peserta magang menyerahkan perangkat masing-masing untuk diperiksa guna memastikan tidak terdapat aplikasi maupun aktivitas yang mengarah pada judi online.

Bagi sebagian petugas, sidak tersebut menjadi kejutan tersendiri. Khoirul Karuniawan, salah seorang petugas Lapas Pemuda Plantungan, mengaku tidak menyangka pemeriksaan yang biasanya dilakukan terhadap warga binaan justru diterapkan kepada petugas.

“Saya sangat terkejut dengan peristiwa pagi ini. Bapak Suharno memang penuh kejutan,” ujarnya.

Khoirul mengatakan, dirinya tidak memiliki keterlibatan dengan judi online. Ia bahkan mengaku tidak ingin mengetahui lebih jauh mengenai aktivitas tersebut.

“Alhamdulillah saya bersih dari judol, karena memang saya tidak tahu dan tidak mau tahu tentang judol,” katanya.

Halaman 1 dari 2