10 Ribu Jiwa di Pakulaut Tegal Mengandalkan 1 Sumur, Warga Butuh Air Bersih

Kekeringan meluas di Dukuh Notog, Desa Pakulaut, Tegal. Warga 10 ribu jiwa hanya mengandalkan satu sumur hingga harus mengantre air setiap hari.
SLAWI, puskapik.com - Kondisi kekeringan di Kabupaten Tegal makin meluas. Bahkan, satu dukuh di Desa Pakulaut, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, hanya mengandalkan satu sumber. Padahal, di Dukuh Notog ini jumlah penduduk mencapai 10 ribu jiwa.
Kondisi itu membuat keprihatinan sendiri bagi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PDI Perjuangan, KRT Sugono Adinagoro.
Atas keluhan masyarakat, Gono, panggilan akrab Bendahara DPC PDI Perjuangan itu, menyalurkan bantuan air bersih bagi warga Dukuh Notog pada Senin 7 September 2026.
Baca Juga: Memperlancar Akses Menuju Wisata Guci, Jalan Bojong-Tuwel Bakal Dibangun Akhir Triwulan 2026
"Kami prihatin dengan kekeringan yang melanda Dukuh Notog, karena sumber air mengering," kata Gono.
Diceritakan, sumber air warga berupa sumur mulai mengering. Air mengalir pada malam hari, namun dengan debit sangat kecil.
Gono menuturkan, ada salah satu sumur warga yang masih memiliki debit air cukup besar. Sumur yang berada di tengah Dukuh Notog itu, menjadi andalan warga di dukuh itu.
Baca Juga: Di Tengah Gempuran Gadget, Sindhu Laras Bocah Hidupkan Karawitan dan Pedalangan
"Hampir tiap hari, warga mengantre untuk mendapatkan air. Tidak hanya siang, tapi juga malam hari," kata Gono.
Lebih lanjut dikatakan, untuk membantu warga di Dukuh Notog, pihaknya menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 2 truk tangki. Setiap tangki berisikan sekitar 5 ribu liter. Tidak butuh lama, air yang dibagikan habis diambil warga.
"Memang sangat membutuhkan. Kedepan, kami akan memberikan bantuan lagi jika ada permintaan," ujar Gono.