Jaga Stabilitas Harga, Pemprov Jateng Siapkan 308 Kali Gerakan Pangan Murah hingga Maret 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 13.57
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

Pemprov Jateng gelar 308 GPM hingga Maret 2026 demi stabilkan harga jelang Ramadan-Idulfitri, antisipasi lonjakan cabai dan komoditas lain.

DEMAK, puskapik.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal melaksanakan 308 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga kestabilan harga bahan pokok penting selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

Kegiatan tersebut akan digelar di seluruh wilayah Jawa Tengah dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota dan berlangsung hingga Maret 2026.

“Jadi, kami sudah menyiapkan jadwal pelaksanaan gerakan pangan murah ini,” ujar Luthfi saat meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor TVRI Jawa Tengah, Jumat, 13 Februari 2026.

Luthfi menjelaskan, gerakan pangan murah ini juga menjadi program nasional. Di Jawa Tengah diawali di daerah Pucang Gading, Mranggen, Demak. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan daerah perbatasan dengan Kota Semarang.

Baca Juga: Update Rencana Perubahan RTRW, Pemkot Tegal Mulai Susun Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat sekitar terkait kegiatan tersebut.

Secara umum, ketersediaan pangan pokok strategis di Jawa Tengah dalam kondisi surplus. Namun, awal Februari ini memang terindikasi ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama menjelang ramadan.

Beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan antara lain cabai yang naik sekitar 35,7% dari Harga Acuan Pembelian (HAP) menjadi Rp77.800/kg; Minyak Kita Rp16.300/liter atau naik 3,4% dari Harga Acuan Tertinggi (HET) Rp15.700/liter; Daging kerbau beku Rp110.000/kg atau naik 38,4% dari HPP Rp80.000/kg; Jagung untuk peternak ayam petelur Rp6.250/kg atau naik 7,4% dari HPP Rp5.500/kg.

"Ada kenaikan tapi belum signifikan, kecuali cabai yang hampir mendekati angka Rp80 ribu. JTAB sudah kita perintahkan untuk melakukan penetrasi harga di seluruh pasar," jelasnya.

Oleh karenanya, GPM menjadi salah satu langkah strategis guna mengendalikan harga bahan pokok supaya stabil dan terjangkau oleh masyarakat.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait