Jalan Berlumpur di Lingkar Kaliwungu kendal Picu Kecelakaan, Polisi Ancam Hentikan Proyek Urukan

Ceceran tanah proyek uruk di Jalan Lingkar Kaliwungu, Kendal picu enam kecelakaan dalam sebulan. Polisi evaluasi dan ancam hentikan aktivitas proyek.
KENDAL, puskapik.com - Proyek pengurukan lahan di Jalan Lingkar Kaliwungu, Desa Sumberejo, Kabupaten Kendal, menjadi sorotan setelah ceceran tanah dan lumpur di jalan raya memicu rentetan kecelakaan pengendara motor. Dalam kurun satu bulan terakhir, sedikitnya enam pengendara dilaporkan terjatuh akibat kondisi jalan yang licin.
Kondisi tersebut membuat Satlantas Polres Kendal turun tangan melakukan evaluasi di lokasi proyek, Senin (24/5/2026). Petugas memeriksa area terdampak sekaligus mengecek tingkat bahaya yang ditimbulkan dari aktivitas kendaraan pengangkut tanah.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda M Heru Ardiantoro, mengatakan evaluasi dilakukan menyusul tingginya angka kecelakaan di jalur tersebut.
Baca Juga: 1.500 Mangrove Ditanam di Pesisir Kendal, Jadi Benteng Alami Lawan Abrasi
“Sering terjadi kecelakaan di sekitar lokasi pekerjaan. Hari ini kami lakukan evaluasi langsung di lapangan,” katanya.
Dari hasil pengecekan, petugas menemukan ceceran tanah menyebar hingga ratusan meter dari lokasi pengurukan. Saat hujan turun, tanah berubah menjadi lumpur tebal yang membuat jalan sangat licin, terutama karena berada di jalur menurun dan tikungan.
Selain mengecek kondisi jalan, polisi juga meminta pihak pengelola proyek segera membersihkan sisa tanah yang tercecer di badan jalan. Petugas bahkan menemukan proyek tersebut belum memiliki izin analisis dampak lalu lintas atau andalalin.
Baca Juga: Seleksi Perangkat Desa Bumiayu dan Kalilangkap, Japar Sidik dan Rizqi Wildan Raih Nilai Tertinggi
Menurut Heru, pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sebelumnya juga telah melayangkan surat teguran kepada pelaksana proyek, PT Bukit Sawi Indo Permata. Teguran diberikan karena perusahaan dinilai tidak memperhatikan faktor kebersihan dan keselamatan pengguna jalan.
“Kalau teguran tetap tidak diindahkan, kami akan koordinasi dengan instansi terkait untuk penghentian sementara aktivitas pengurukan,” tegasnya.
Saat evaluasi berlangsung, petugas hanya ditemui staf lapangan yang menyatakan hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada pimpinan perusahaan.
Warga dan pengguna jalan berharap ada tindakan cepat dari pengelola proyek agar kondisi jalan kembali aman dilalui. Pasalnya, jalur Lingkar Kaliwungu merupakan akses padat kendaraan yang setiap hari dilintasi warga maupun kendaraan angkutan barang.


