Seleksi Perangkat Desa Bumiayu dan Kalilangkap, Japar Sidik dan Rizqi Wildan Raih Nilai Tertinggi

Senin, 25 Mei 2026 | 14.50
Peserta mengikuti seleksi penjaringan perangkat Desa Bumiayu dan Kalilangkap di Universitas Muhammadiyah Brebes, Kecamatan Paguyangan, Brebes.
Peserta mengikuti seleksi penjaringan perangkat Desa Bumiayu dan Kalilangkap di Universitas Muhammadiyah Brebes, Kecamatan Paguyangan, Brebes.

Seleksi perangkat desa di Bumiayu dan Kalilangkap berlangsung transparan di UMBS. Japar Sidik dan Rizqi Wildan meraih nilai tertinggi dan dinyatakan lolos.

BREBES, puskapik.com - Dua desa di Kecamatan Bumiayu yakni Desa Bumiayu dan Desa Kalilangkap menggelar seleksi Penjaringan Perangkat Desa di Universitas Muhammadiyah Brebes (UMBS), Senin, 25 Mei 2026.

Seleksi diikuti 11 peserta. Rinciannya 5 peserta di Desa Bumiayu bersaing untuk formasi Kaur Perencanaan dan 6 peserta di Desa Kalilangkap untuk formasi Kasi Pemerintahan.

Berdasarkan hasil seleksi, dua peserta dinyatakan lolos dengan nilai tertinggi setelah melewati serangkaian tahapan seleksi seperti teori dan praktik.

Baca Juga: Cegah Abrasi, Kodim 0712/Tegal Tanam 500 Mangrove di Pantai Kedungkelor

Japar Sidik berhasil meraih nilai akhir tertinggi 80,33 untuk formasi Kasi Pemerintahan Desa Kalilangkap. Ia mengungguli lima peserta lainnya, termasuk Dewi Sri Mulyati yang berada di posisi kedua dengan nilai 79,33 dan Mega Dwi Agustina di peringkat ketiga dengan nilai 79,00.

Di Desa Bumiayu, Rizqi Wildan keluar sebagai yang terbaik untuk formasi Kasi Perencanaan dengan nilai akhir 77,5. Ia mengungguli empat peserta lain, dengan Farrastasya Muflihul A di posisi kedua meraih nilai 74,665 dan Anisza Sahda R di peringkat ketiga dengan nilai 72,165.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Bumiayu, Nur Priyanto Suroso, menjelaskan, pelibatan perguruan tinggi dalam seleksi perangkat desa merupakan upaya untuk menjaga kredibilitas proses rekrutmen.

Baca Juga: Menteri Airlangga dan OJK Kompak Puji Jawa Tengah, Ini Dua Prestasi Ahmad Luthfi

"Pelaksanaan seleksi ini melibatkan pihak ketiga yaitu Universitas Muhammadiyah Brebes agar prosesnya lebih objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seleksi yang akuntabel diharapkan menghasilkan perangkat desa yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Priyanto menambahkan, dengan rampungnya proses seleksi, masing-masing desa akan segera menindaklanjuti administrasi pengangkatan perangkat desa sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Artikel Terkait