Cegah Abrasi, Kodim 0712/Tegal Tanam 500 Mangrove di Pantai Kedungkelor

Kodim 0712/Tegal tanam 500 mangrove di Pantai Kedungkelor, Warureja. Aksi ini untuk cegah abrasi dan menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
SLAWI, puskapik.com – Guna mencegah abrasi dan menjaga ekosistem pesisir, Kodim 0712/Tegal menanam 500 bibit mangrove di Pantai Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Senin, 25 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan aksi Penanaman Mangrove Serentak Tahun 2026 yang digelar oleh TNI di seluruh Indonesia.
Aksi lingkungan ini diawali dengan mengikuti Video Conference Puncak Penanaman Mangrove Serentak bersama jajaran TNI terpusat.
Baca Juga: Menteri Airlangga dan OJK Kompak Puji Jawa Tengah, Ini Dua Prestasi Ahmad Luthfi
Setelah itu, personel gabungan langsung turun ke lapangan untuk menanam 500 bibit mangrove di sepanjang bentangan bibir pantai sejauh 250 meter.
Sejumlah tokoh penting hadir langsung dalam aksi hijau ini, di antaranya Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono, unsur Forkopimda, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Agenda ini juga melibatkan aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat penggiat lingkungan setempat.
Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono menegaskan bahwa penanaman mangrove ini merupakan investasi jangka panjang. Tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus melindungi wilayah pemukiman pesisir dari ancaman kerusakan lingkungan.
Baca Juga: Sungai Elon Tegal Telan Korban Jiwa, Kapolsek Slawi Minta Orang Tua Perketat Awasi Anak
"Penanaman mangrove ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masa depan masyarakat pesisir.
Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan warga, kami berharap mangrove ini dapat menjadi benteng alami yang efektif mencegah abrasi dan memulihkan ekosistem laut," ujar Letkol Inf Rachmat Ferdiantono.
Ia menambahkan, melalui program pembinaan teritorial, Kodim 0712/Tegal berkomitmen untuk terus mengedukasi dan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam.
Sementara itu, dalam video conference nasional, Waaster KSAD Brigjen TNI Nurwanto saat membacakan sambutan Aster KSAD menyampaikan pesan mendalam. Ia menegaskan bahwa aksi penanaman ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan menanam harapan dan warisan keselamatan bagi generasi mendatang.
Kegiatan yang mengusung tema "TNI-AD Peduli Lingkungan, Mangrove Tumbuh Negeri Tangguh" ini membuktikan bahwa menjaga kedaulatan negara tidak hanya dilakukan lewat penguatan militer. Upaya menjaga benteng pertahanan alami di wilayah pesisir juga menjadi prioritas yang sama pentingnya.
Melalui gerakan yang diinisiasi oleh TNI bersama masyarakat ini, kawasan pesisir Pantai Kedungkelor diharapkan dapat tumbuh menjadi area yang lebih aman, hijau, asri, dan produktif secara berkelanjutan.


