Jateng Percepat Persiapan Lebaran Harga Pangan Dikendalikan Dokter Spesialis Kunjungi Desa

Senin, 2 Maret 2026 | 15.08
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau lokasi  GPM.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau lokasi GPM.

Pemprov Jateng gelar GPM dan Speling jelang Lebaran di Grobogan, subsidi pangan Rp111 juta digelontorkan, layanan kesehatan dan bansos terintegrasi.

GROBOGAN, puskapik.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengintensifkan operasi pasar lewat Gerakan Pangan Murah yang dipadukan dengan layanan Spesialis Keliling serta penyaluran bansos selama Ramadan jelang Idulfitri 2026. Di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Senin 2 Maret 2026, total subsidi pangan yang disalurkan mencapai Rp111 juta.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau kegiatan tersebut untuk memastikan intervensi pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Kunjungan itu dilakukan usai ia memantau perbaikan ruas jalan Semarang–Godong yang sempat terputus akibat Tanggul Tuntang jebol.

Di lokasi GPM, Luthfi menyerahkan bantuan modal usaha dan cadangan pangan, sekaligus berdialog dengan warga yang memanfaatkan layanan Speling dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Ia menegaskan, integrasi program dilakukan agar masyarakat memperoleh layanan terpadu dalam satu lokasi.

Baca Juga: Sempat Mengeluh Batuk dan Keringat Dingin, Sopir Meninggal di Kawasan Industri Kendal

“Kita punya Speling, agar masyarakat mau datang maka kita tempelkan juga gerakan pangan murah, penyaluran bantuan, dan lainnya. Intinya kami ingin memberikan layanan yang mudah dan murah kepada masyarakat,” ujarnya.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini, mengatakan, sepanjang Februari-Maret 2026 Pemprov Jateng menggelar sedikitnya 308 kali GPM di berbagai daerah, termasuk di Grobogan.

Menurutnya, skema GPM dilakukan dengan fasilitasi distribusi berupa bantuan transportasi, kemasan, hingga bongkar muat. Dengan demikian, komoditas dijual setara harga produsen dan lebih rendah dibanding harga pasar.

“Intinya bahan pokok. Kami juga melibatkan UMKM dan BUMDes agar masyarakat mendapatkan harga lebih murah, khususnya harga di tingkat produsen,” kata Rini.

Di Grobogan, komoditas yang disalurkan meliputi beras SPHP 2 ton senilai Rp 22,4 juta, beras kualitas premium 2 ton senilai Rp 25 juta, telur 500 kilogram senilai Rp 13,5 juta, minyak goreng 1.000 liter senilai Rp 15,7 juta, bawang merah 100 kilogram senilai Rp 3,5 juta, bawang putih 100 kilogram senilai Rp 3,4 juta, cabai 100 kilogram senilai Rp 6,5 juta, gula pasir 1 ton senilai Rp 16 juta, serta komoditas lain senilai Rp 5 juta. Total subsidi harga pangan yang tersalurkan mencapai Rp 111 juta.

Rini menambahkan, pembelian bersifat fleksibel sesuai kebutuhan warga. “Pembelian bebas sesuai yang dibutuhkan masyarakat, tidak perlu beli yang macam-macam, cukup yang diperlukan,” ujarnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait