Jateng Percepat Solusi Krisis Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Pengolahan Sampah jadi Listrik

Senin, 11 Mei 2026 | 20.36
puskapik

Jateng percepat solusi krisis sampah, Semarang Raya jadi proyek awal pengolahan sampah jadi listrik guna kurangi timbunan dan dukung energi terbarukan.

JAKARTA, puskapik.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat langkah penanganan sampah yang selama ini masih jadi tantangan besar.

Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Danantara dan pemerintah daerah untuk pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), Jawa Tengah menjadi salah satu daerah prioritas nasional dalam proyek percepatan pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, menghadiri langsung penandatanganan kerja sama tersebut, di Ruang Rapat Utama Lantai 3 Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Baca Juga: Atlet Paralayang Asal Batang Sabet Tiga Penghargaan AFA Asian Peragliding XC League 2026 di Filipina

Dalam skema awal, kawasan aglomerasi Semarang Raya, yang melibatkan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal, ditetapkan sebagai proyek strategis pertama di Jawa Tengah yang akan segera dibangun.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Yasin, proyek ini menjadi jawaban konkret atas persoalan sampah yang selama ini membebani sejumlah daerah, khususnya Kota Semarang.

“Alhamdulillah, hari ini sudah ada penandatanganan. Tadi arahan dari Pak Menko, pembangunannya akan segera dilakukan. Ini akan sangat membantu mengurangi persoalan sampah yang ada di Kota Semarang,” katanya usai acara.

Baca Juga: Soal Tenaga Kerja, Perkumpulan Masyarakat Batang Siap Jembatani LKP-LKP Masuk ke Kawasan Industri

Ia menegaskan, Pemprov Jateng tidak ingin berhenti pada Semarang Raya. Sebelum menghadiri penandatanganan, pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah telah mengusulkan kawasan aglomerasi lain untuk masuk dalam tahap berikutnya.

“Kami juga mengusulkan aglomerasi lain di Jawa Tengah seperti Pati Raya, Tegal Raya, dan Pekalongan Raya. Ini harus kita sinergikan bersama agar persoalan sampah di Jawa Tengah benar-benar bisa selesai sesuai arahan Presiden, yakni menuju zero sampah,” ujarnya.

Dikatakannya, skema penanganan sampah di Jawa Tengah nantinya akan berjalan melalui dua jalur sekaligus. Jalur pertama melalui investasi Danantara yang mengolah sampah baru menjadi energi listrik. Dalam skema Semarang Raya, fasilitas PSEL di TPA Jatibarang akan mengolah 1.100 ton sampah per hari, terdiri atas 1.000 ton dari Kota Semarang dan 100 ton dari Kabupaten Kendal.

Jalur kedua melalui kerja sama dengan TNI yang akan mengolah timbunan sampah lama menjadi bahan bakar solar.

“Dua-duanya bisa berjalan bersama. Sampah baru diolah menjadi listrik, sementara sampah lama kita ubah menjadi fuel atau solar. Jadi persoalan sampah bisa kita tangani dari dua sisi sekaligus,” katanya.

Menurut dia, pendekatan tersebut bukan hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menjawab kebutuhan energi nasional.

“Kita tahu persoalan sampah sudah menumpuk di banyak kabupaten/kota dan menjadi masalah bersama. Di sisi lain kita juga membutuhkan energi yang kuat. Jadi ini bagaimana mengubah musuh menjadi teman,” ujarnya.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait