Atlet Paralayang Asal Batang Sabet Tiga Penghargaan AFA Asian Peragliding XC League 2026 di Filipina

Atlet Paralayang asal Banyuputih, Kabupaten Batang Thomas "Papito" Prihandoko meraih prestasi membanggakan di ajang Airsport Federation of Asia (AFA) Asian Paragliding XC League 2026
BATANG, puskapik.com - Atlet Paralayang asal Banyuputih, Kabupaten Batang Thomas "Papito" Prihandoko meraih prestasi membanggakan di ajang Airsport Federation of Asia (AFA) Asian Paragliding XC League 2026, Seri 1 Malitbog di Filipina, Minggu 10 Mei 2026.
Papito meraih tiga penghargaan masaing-masing pada Overall 3RD, Sports Class 2ND, dan Team Champion.
Prestasi itu tentunya mengangkat nama Batang dalam skala internasional olahraga setelah sebelumnya, atlet internasional dari Batang diraih dari cabang olahraga Panjat Tebing atas nama Kiromal "Kiky" Katibin.
Baca Juga: Soal Tenaga Kerja, Perkumpulan Masyarakat Batang Siap Jembatani LKP-LKP Masuk ke Kawasan Industri
"Prestasi itu kami persembahkan untuk Batang, dan tempat tinggal Banyuputih. Kami harus bertanding melawan pilot (sebutan atlet) untuk olahraga paralayang dari berbagai negara yang memiliki pengalaman dan jam terbang lama,''ujar Papito saat dihubungi puskapik.com, Senin 11 Mei 2026.
Sebelum ke Filipina, Papito bersama Tim Jateng All Star juga menyabet juara 1 Kejuaraan Dunia di Palu, Sulteng.
Dia juga sudah mengikuti Kejuaran Dunia Paralayang di Korsel, Thailand, dan Khahazastan.
Bapak dua anak itu menuturkan, mengawali belajar olahraga dirgantara Paralayang Tahun 2020.
Dia dibimbing pilot asal Limpung Nunung Setyawan ground handling di Bukit Sikuping.
Keberadaan Bukit Sikuping sebagai venue paralayang dibangun pada masa Bupati Batang Wihaji yang kini menjabat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Bangsa/Kepala BKKBN antusias menjadikan Bukit Sikuping sebagai arena latihan paralayang.
Baca Juga: Kadin Indonesia Puji Iklim Investasi Jateng, Gubernur Luthfi Dinilai Berhasil Buka Jalan Investor
"Saya setelah latihan di Bukit Sikuping semakin tertarik untuk menggeluti olahraga dirgantara itu. Selanjutnya untuk memperdalam di Sekolah di Cakrawala Flying di Solo untuk mendapatkan lisensi terbang,''tandasnya.
Sejak tahun 2021 dia aktif mulai mngikuti kejuraan nasional diberbagai poenjuru Indonesia.
Satu tahun kemudian 2022 dia melalanglang buasana di kejuaraan internasional.
"Kebanggaan bagi saya Tahun 2025 di IPXC Seri 3 di Batu Dua, Sumedang, Jabar meraih juara I Tim dan Juara 3 Overall perorangan. Itu adalah kejuaraan internasional paralayang lintas alam yang pesertanya pilot lokal dan mancanegara."
Artikel Terkait

Miris, Bocah 9 Tahun di Batang Alami Luka Bakar saat Bermain Merpati Bersama Temannya

4 Poin Penting Pesan Kamtibmas Binmas Polres Batang Edukasi Pelajar SMA

Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Iduladha 2026
