Soal Tenaga Kerja, Perkumpulan Masyarakat Batang Siap Jembatani LKP-LKP Masuk ke Kawasan Industri

Perkumpulan Masyarakat Batang (PMB) siap menjembatani Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ke Kawasan Industri Terpadu Batang - Kawasan Ekonomi Khusus (KITB-KEK) Industropolis
BATANG, puskapik.com - Perkumpulan Masyarakat Batang (PMB) siap menjembatani Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ke Kawasan Industri Terpadu Batang - Kawasan Ekonomi Khusus (KITB-KEK) Industropolis Batang untuk warga lokal yang akan bekerja di kawasan itu.
Ketua PMB DPC Batang, Sukirman berharap, KITB-KEK Industripolis Batang memiliki multiplier effect yang bisa dirasakan oleh Pemda Batang maupun masyarakat.
"Perlunya LKP-LPK untuk dipertemukan dengan manajemen KITB-KEK maupun perusahaan di kawasan itu. Karena ini menyangkut kapital dan kesempatan kerja bagi masyarakat Batang,'' kata Sukirman saat diskusi bersama DPC LPK dan LKP Batang yang diinisasi PMB di Tower Roti QU, Sambong, Batang.
Baca Juga: Kadin Indonesia Puji Iklim Investasi Jateng, Gubernur Luthfi Dinilai Berhasil Buka Jalan Investor
Menurut Sukirman, LKP dan LPK merupakan penyedia SDM dari yang tidak produktf menjadi produktif siap kerja.
"Jangan sampai terjadi SDM produktif dalam artian lulus dari LKP maupun LPK tapi tidak produktif. Penyebabnya tidak mempunyai motivasi kerja, hasilmya ya tidak baik-baik saja satu bulan bekerja sudah hengkang."
Ketua DPP PMB Haryono menyampaikan, keberadaan LPK dan LKP di Batang sebaiknya disatukan.
Dengan demikian akan memiliki semangat yang tinggi dalam meneydiakan pekerja produktif.
"Kami dari PMB siap menjadi jembatan kepentingan masyarakat Batang, khususnya untuk menyamakan persepsi. Sehingga nantinya tidak ada satu pihak yang hanya menunutut terus,"tandasnya.
Sementara itu, Mauludi Haqqul Adni Head Of retail 7 Commercial Sales Industropolis Batang mengatakan, saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang beroperasi di KITB-KEK Industripolis Batang berasal dari berbagai negara dengan serapan 12 ribu tenaga kerja, sebagian besar warga lokal Batang.
"Ada yang perlu ditingkatkan agar mereka benar-benar termotivasi untuk bekerja. Karena, sebagian besar belum memiliki moral bekerja, ada di antaranya yang bosanan baru satu minggu sudah nggak masuk kerja,"katanya.
"Itu semua karena banyaknya lowongan kerja sehingga ada kesan nggampangke. Sehingga perlunya pendalaman karakter bekerja,"tambahnya.
Baca Juga: Jawa Tengah Butuh Pembenahan Logistik Laut
Ketua DPC Forum Pengelola LKP Nur Zakiyah mengapresiasi pertemuan itu, karena bisa dijadikan sarana untuk kepentingan masyarakat Batang.
"Kami dari LKP dan LPK mengucapkan banyak terima kasih kepada PMB yang telah mengadakan diskusi yang mengerucut untuk pertemuan dengan manager HRD perusahaan di KITB. Sehingga itu bisa menjadi bekal LKP untuk menanamkan moivasi bekerja,"tandasnya.***
Artikel Terkait

Miris, Bocah 9 Tahun di Batang Alami Luka Bakar saat Bermain Merpati Bersama Temannya

4 Poin Penting Pesan Kamtibmas Binmas Polres Batang Edukasi Pelajar SMA

Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Iduladha 2026
