Jelang Mayday 2026, Ahmad Luthfi Ajak Rayakan Konstruktif demi Jaga Iklim Investasi

Selasa, 28 April 2026 | 10.52
puskapik

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi ajak buruh rayakan Mayday 2026 secara kondusif. Stabilitas dinilai penting jaga investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

SEMARANG, puskapik.com - Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) 2026, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak serikat pekerja dan buruh merayakannya secara konstruktif dengan tetap menjaga kondusivitas wilayah, sebagai kunci keberlanjutan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat silaturahmi dan dialog bersama perwakilan 78 serikat pekerja dan serikat buruh se-Jawa Tengah di Truntum Gama, Kota Semarang, Senin (27/4/2026) malam.

Baca Juga: Dampak Kecelakaan KA di Bekasi Timur, Sejumlah Perjalanan dari Daop 5 Purwokerto Dibatalkan

Menurutnya, Mayday merupakan momentum bersejarah bagi pekerja dan buruh. Namun, peringatan itu diharapkan tetap mengedepankan kegiatan positif tanpa mengurangi esensi perjuangan buruh itu sendiri.

“Pada Mayday nanti, mari adakan kegiatan yang konstruktif dengan tetap menjaga hubungan industrial yang kondusif,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah, terutama di tengah dinamika global yang turut berdampak hingga ke daerah. Persatuan dan soliditas antar elemen ketenagakerjaan dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Baca Juga: KAI Sampaikan Permohonan Maaf dan Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Ahmad Luthfi mengingatkan, kondusivitas wilayah merupakan faktor utama yang menentukan minat investor. Ketika situasi tidak stabil, maka investasi berpotensi terganggu.

“Begitu tidak kondusif, investasi di tempat kita akan terganggu,” tegasnya.

Selain stabilitas keamanan, kemudahan perizinan juga menjadi faktor penting. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, terus mendorong sistem perizinan yang cepat dan terintegrasi melalui pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus dengan konsep one gate system.

Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi fokus utama. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi sekolah vokasi, balai latihan kerja (BLK), hingga politeknik yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.

“Kami ingin pekerja dan buruh bukan hanya sebagai alat produksi, tetapi ikut berperan dalam pengembangan perusahaan,” jelasnya.

Berkat kolaborasi dan stabilitas tersebut, Jawa Tengah mencatat capaian investasi yang signifikan. Sepanjang 2025, total investasi mencapai Rp 110,02 triliun, terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 50,86 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 37,64 triliun, serta investasi usaha mikro kecil (UMK) Rp 21,52 triliun.

Realisasi investasi itu turut menyerap sekitar 340 ribu tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah hingga 5,37 persen.

Dalam forum dialog tersebut, Ahmad Luthfi juga menyerap berbagai aspirasi pekerja, mulai dari persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK), ketidakjelasan pesangon, hingga isu kesejahteraan buruh.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait