Kakak Beradik Ditemukan Tewas Tenggelam di Kubangan Sungai Bodri Kendal

Sabtu, 16 Mei 2026 | 19.45
Polisi menunjukan lokasi kubangan di sungai bodri kanan yang menenggelamkan dua bocah. (edhot)
Polisi menunjukan lokasi kubangan di sungai bodri kanan yang menenggelamkan dua bocah. (edhot)

Dua bocah kakak beradik di Kendal ditemukan tewas tenggelam di kubangan Sungai Bodri Kanan saat bermain, warga diminta waspada lokasi berbahaya.

KENDAL, puskapik.com - Duka menyelimuti warga Desa Puguh, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal.

Dua bocah kakak beradik ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan Sungai Bodri Kanan, Sabtu (16/5/2026) sore.

Kedua korban masing-masing bernama Afkar Nurdiansyah Pradikta (8) dan adiknya Alvino Daffa Muwaffaq (6).

Baca Juga: 162 Koperasi Desa Merah Putih di Brebes Diresmikan, Ini Pesan Bupati Paramitha

Jasad keduanya ditemukan mengambang di kubangan sungai dengan kedalaman sekitar dua meter.

Kapolsek Pegandon Nugroho membenarkan peristiwa tragis tersebut. Ia mengatakan kejadian diketahui sekitar pukul 15.30 WIB saat keluarga mencari keberadaan kedua anak tersebut.

“Ya memang benar pada hari Sabtu 16 Mei 2026 sekira pukul 15.30 WIB telah terjadi anak di bawah umur meninggal dunia karena tenggelam di kubangan Sungai Bodri Kanan ikut Desa Puguh Kecamatan Pegandon Kendal,” ujarnya.

Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Pemkab Pekalongan dan Polres Gelar Panen Raya Jagung Serentak di Doro

Berdasarkan keterangan saksi, paman korban yang baru pulang kerja awalnya mencari kedua keponakannya untuk persiapan berangkat sekolah.

Saat melakukan pencarian, ia bertemu warga lain yang memberitahu ada anak kecil mengapung di kubangan sungai.

“Saat pamannya mencari korban, bertemu saksi lain yang memberitahukan bahwa ada anak kecil mengapung di kubangan Sungai Bodri Kanan,” imbuh Kapolsek.

Kedua saksi kemudian bergegas menuju lokasi dan terkejut ketika mengetahui anak yang ditemukan mengambang ternyata dua bocah yang sedang dicari keluarganya.

Warga bersama keluarga langsung mengevakuasi korban dan membawa keduanya ke Puskesmas Pegandon. Namun nyawa kedua bocah tersebut tidak tertolong.

“Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Pegandon, namun saat dilakukan pemeriksaan visum luar oleh dokter, kedua korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait