Kapolres Kendal : Jangan Biarkan Media Sosial Menjerumuskan Pelajar ke Tawuran

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15.28
Pelajar  MAN kendal mendapat arahan dari  Kapolres Kendal untuk hindari tawuran. (edhot)
Pelajar MAN kendal mendapat arahan dari Kapolres Kendal untuk hindari tawuran. (edhot)

Kapolres Kendal beri peringatan tegas kepada pelajar MAN Kendal soal tawuran dan senjata tajam. Masa depan jangan dipertaruhkan demi gengsi.

KENDAL, puskapik.com – Tawuran dan aksi kelompok remaja yang membawa senjata tajam bukanlah cara untuk menunjukkan keberanian. Justru, tindakan tersebut bisa menjadi awal hancurnya masa depan pelajar.

Pesan itu disampaikan Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy saat memimpin Apel Pembinaan Pelajar di MAN Kendal, Kamis (27/8/2026).

Ratna meminta para siswa tidak mudah terbawa arus pergaulan maupun terpengaruh konten media sosial yang menampilkan aksi tawuran dan kelompok kreak sebagai sesuatu yang membanggakan.

Baca Juga: Ada Warning KPK, Pengadaan di Kota Tegal Disorot karena Anomali

Menurutnya, masa remaja seharusnya digunakan untuk belajar, mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi. Bukan dihabiskan untuk kegiatan yang berujung pada persoalan hukum.

"Jangan mencari jati diri atau ingin terlihat keren dengan melakukan kegiatan yang tidak baik. Itu hanya akan merusak masa depan kalian," kata Ratna.

Selain tawuran, penggunaan senjata tajam menjadi perhatian serius dalam pembinaan tersebut. Kapolres meminta pelajar yang masih menyimpan atau membawa senjata tajam tanpa alasan yang dibenarkan agar segera menyerahkannya.

Baca Juga: Tak Berizin dan Nunggak Retribusi, Tiang Provider di Tegal Dibongkar

Ia menegaskan, membawa senjata tajam tanpa hak bukan sekadar pelanggaran tata tertib sekolah, tetapi dapat berhadapan dengan proses hukum.

"Bagi siapapun yang saat ini masih memiliki atau menyimpan senjata tajam yang tidak semestinya, segera serahkan. Jangan pernah mencoba membawa, apalagi menggunakannya," tegasnya.

Di sisi lain, pendekatan yang dilakukan Kapolres tidak hanya berupa larangan dan ancaman hukum. Ratna mengajak pelajar menjadikan polisi sebagai teman sekaligus tempat mencari solusi ketika menghadapi persoalan.

"Kami adalah sahabat pelajar. Tidak perlu takut kepada polisi. Justru mari bersama-sama menjaga keamanan di Kendal," ujarnya.

Selain persoalan tawuran dan senjata tajam, para siswa juga diminta tertib berlalu lintas, menjauhi narkoba dan minuman keras serta tidak sembarangan menggunakan media sosial.

Ratna berharap para pelajar MAN Kendal mampu menjadi generasi yang memiliki karakter kuat dan mampu membedakan mana pergaulan yang membawa manfaat dan mana yang justru merusak masa depan.

Apel pembinaan tersebut dihadiri Kepala MAN Kendal H.M. Imam Mursid bersama jajaran guru dan seluruh pelajar. Hadir pula Kasat Binmas AKP Agus Supriyadi, Kasubbag Binkar AKP Setyo Dwi Utomo dan Kapolsek Kendal Iptu Sanhaji.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait