Kebakaran di Kendal Tembus 360 Kasus, Damkar Luncurkan TRAC DAKAR

Satpolkar Kendal meluncurkan TRAC DAKAR untuk mempercepat penanganan kebakaran dengan target respons maksimal 15 menit, menyusul 360 kejadian hingga Oktober 2026.
KENDAL, puskapik.com – Kasus kebakaran di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mencapai 360 kejadian hingga Oktober 2026. Jumlah tersebut melampaui total kebakaran sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 254 kasus.
Menghadapi peningkatan kejadian tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpolkar) Kendal meluncurkan Tim Reaksi Cepat Pengendalian Kebakaran (TRAC DAKAR).
Inovasi ini mengandalkan kolaborasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan kebakaran dengan target waktu respons maksimal 15 menit.
Baca Juga: Diduga Cemburu Buta, Suami di Brebes Aniaya Istri, Bayi, dan Kedua Mertua
Peluncuran TRAC DAKAR berlangsung di aula Satpolkar Kendal, Selasa (13/10/2026), dilanjutkan simulasi penanganan kebakaran dan pelatihan dasar bagi pekerja PT Sakiteya Medical Indonesia.
Kasi Operasional dan Pengendalian Pemadam Kebakaran Kendal, Jambari, mengatakan TRAC DAKAR dibentuk untuk menyatukan berbagai unsur dalam menghadapi kejadian kebakaran agar penanganannya lebih cepat, tanggap, dan tepat.
“TRAC DAKAR adalah inovasi atau kolaborasi antara beberapa stakeholder untuk menyatukan bagaimana cara menyikapi apabila ada kejadian kebakaran di lingkungan wilayah Kabupaten Kendal dengan sigap, tanggap, dan selalu cepat dalam response time pada saat penanganan kebakaran,” ujar Jambari.
Baca Juga: Resmi Disahkan, 10 Raperda Tahun 2027 di Batang, Berikut Rinciannya
Program tersebut melibatkan lima unsur, yakni PSC 119 Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Linmas kecamatan, serta Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR).
Menurut Jambari, keterlibatan berbagai unsur diperlukan agar penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mencakup evakuasi korban, pertolongan medis, pengamanan lokasi, hingga dukungan pasokan air.
“Tujuan kami untuk membuat terobosan baru atau di situ yang namanya penanganan kebakaran dengan TRAC DAKAR ini agar penanganan kebakaran itu bisa cepat, tanggap, dan tepat sesuai dengan response time, yaitu maksimal 15 menit,” katanya.
Kesiapan koordinasi lintas instansi diuji melalui simulasi kebakaran di PT Sakiteya Medical Indonesia. Dalam skenario tersebut, kebakaran dilaporkan terjadi di dalam gedung dengan dua orang korban terjebak.
Petugas pemadam kebakaran bersama unsur terkait melakukan evakuasi korban. PSC 119 dan PMI menyiapkan tandu untuk membantu proses penyelamatan sebelum kedua korban dibawa menggunakan kendaraan menuju fasilitas kesehatan.
Sementara itu, petugas pengamanan melakukan upaya pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, karena api tidak berhasil dikendalikan, penanganan dilanjutkan oleh petugas pemadam kebakaran.
Linmas bertugas mengamankan area dan membuka akses bagi kendaraan pemadam. Petugas Damkar bersama REDKAR melakukan pemadaman, sedangkan BPBD menyiagakan truk tangki untuk menambah pasokan air jika dibutuhkan. Dalam simulasi tersebut, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Selain simulasi, para pekerja perusahaan mendapatkan pelatihan dasar penanganan kebakaran, termasuk penggunaan APAR dan teknik pemadaman awal menggunakan karung goni yang dibasahi air.
HR Manager PT Sakiteya Medical Indonesia, Rhuni Amalia Putri, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mempersiapkan pekerja menghadapi potensi kebakaran dan keadaan darurat.
“Ini adalah satu agenda penting untuk perusahaan kita juga karena memang sebagai mitigasi bencana kami, PT Sakiteya Medical Indonesia, untuk mencegah adanya bahaya kebakaran. Jadi paling tidak tim kami, tim internal PT Sakiteya Medical Indonesia, juga punya bekal untuk bagaimana penanganan kebakaran, bagaimana melaksanakan evakuasi yang benar dengan bekerja sama dengan instansi yang terkait,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan perlu dibangun sejak dini meskipun kebakaran merupakan kejadian yang tidak diharapkan.
“Jadi, meskipun tidak kita inginkan, kita harus siap kapan pun, sigap dan cepat tanggap dengan bencana yang ada di sekitar kita, dengan potensi bahaya yang mungkin tidak kita sadari,” katanya.
Di tengah meningkatnya kejadian kebakaran, upaya pencegahan juga perlu diperkuat. Masyarakat diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membakar sampah tanpa pengawasan karena tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran.
Melalui TRAC DAKAR, Satpolkar Kendal berharap koordinasi penanganan kebakaran semakin efektif. Target respons maksimal 15 menit diharapkan dapat mendukung upaya penyelamatan korban dan menekan risiko kerugian, sementara edukasi kepada masyarakat dan pekerja menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran sejak dini.



