Kendal Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Desa Kebonharjo Kendal Dibentuk Jadi Destana

Selasa, 21 April 2026 | 11.24 WIB
Pelatihan dan pra simulasi relawan Destana Desa Kebonharjo Patebon. (edhot)
Pelatihan dan pra simulasi relawan Destana Desa Kebonharjo Patebon. (edhot)

Pemkab Kendal bentuk Desa Tangguh Bencana di Kebonharjo untuk tingkatkan kesiapsiagaan warga melalui pelatihan relawan dan penanganan darurat.

KENDAL ,puskapik.com — Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Kendal. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon.

Program Destana ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kendal dalam memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu menghadapi situasi darurat secara cepat dan tepat.

Pembentukan Destana di Desa Kebonharjo saat ini masih berada pada tahap awal, yakni pra-simulasi.

Baca Juga: Jemaah Calon Haji Kloter 1, 2 dan 3 Kabupaten Tegal Diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan

Fokus utama kegiatan diarahkan pada pembekalan relawan yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana di tingkat desa.

Sebanyak 35 peserta dari berbagai unsur masyarakat dilibatkan dalam pelatihan yang berlangsung selama tiga hari.

Peserta terdiri dari perangkat desa, perwakilan RT dan RW, hingga unsur organisasi keagamaan. Mereka dibekali pengetahuan dasar terkait risiko bencana, langkah pencegahan, serta teknik penanganan darurat.

Baca Juga: Bukan Sekadar Adik Kartini, Ini Kiprah Nyata Kardinah di Tegal

Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kendal, Herdiyanto Adhityo, menjelaskan bahwa pembentukan Destana merupakan langkah penting dalam membangun ketangguhan masyarakat berbasis komunitas.

“Melalui Destana, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam penanggulangan bencana. Mereka dilatih agar mampu melakukan tindakan awal secara mandiri sebelum bantuan datang,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan kelembagaan relawan di tingkat desa juga menjadi prioritas agar koordinasi saat terjadi bencana dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

Selain aparat desa, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini.

Kepala Desa Kebonharjo, Edi Lukman, menyampaikan bahwa partisipasi aktif warga sangat penting dalam membangun kesiapsiagaan kolektif.

“Dengan melibatkan RT, RW, dan organisasi keagamaan, kami berharap ilmu yang didapat dari pelatihan ini bisa diteruskan ke seluruh warga,” katanya.

Menurutnya, penyebaran informasi secara merata akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayahnya.

Hal senada juga disampaikan salah satu warga peserta pelatihan, Arif Fajar Hidayat.

Ia menilai pelatihan tersebut sangat bermanfaat, terutama dalam memberikan pemahaman tentang langkah-langkah yang harus dilakukan saat kondisi darurat.

“Dulu banyak warga yang belum tahu harus berbuat apa saat terjadi bencana. Dengan pelatihan ini, kami jadi lebih siap dan tidak panik,” ungkapnya.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, ketidaksiapan masyarakat kerap menjadi faktor utama yang memperbesar dampak kerugian saat bencana terjadi.

Oleh karena itu, keberadaan Destana diharapkan mampu meminimalkan risiko tersebut melalui peningkatan pengetahuan dan kesiapan warga.

Ke depan, hasil pembekalan yang telah diberikan kepada para relawan akan disosialisasikan secara bertahap kepada masyarakat luas.

Langkah ini dilakukan agar saat simulasi maupun penanganan bencana secara nyata dilaksanakan, warga sudah memiliki pemahaman yang memadai.

Dengan terbentuknya Destana di Desa Kebonharjo, Pemerintah Kabupaten Kendal berharap tercipta masyarakat yang lebih tangguh, sigap, dan mampu beradaptasi dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

Artikel Terkait