Kendal Punya Lumbung Santri, Potensinya Didorong untuk Membangun Negeri

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11.56 WIB
Pembukaan peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pendopo Bahurekso kendal. (edhot)
Pembukaan peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pendopo Bahurekso kendal. (edhot)

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kendal diisi berbagai kegiatan untuk memperkuat karakter santri, pendidikan, dan kontribusi bagi pembangunan bangsa.

KENDAL, puskapik.com – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Kendal tidak sekadar menjadi ajang perayaan.

Pemerintah daerah ingin menjadikan momentum ini untuk memperkuat kontribusi santri dalam pembangunan, pendidikan karakter, dan kehidupan sosial masyarakat.

Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah jalan sehat dan karnaval santri pada Minggu 18 oktober 2026.

Baca Juga: Military Expo Pemalang Jadi Edukasi Pertahanan hingga Promosi UMKM

Kegiatan yang dipusatkan di Stadion Utama Kabupaten Kendal itu menargetkan 5.000 peserta.

Dengan mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, rangkaian peringatan HSN berlangsung pada 14-22 Oktober 2026.

Sejumlah kegiatan disiapkan untuk membuka ruang pengembangan potensi santri sekaligus mempererat sinergi antara pondok pesantren, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Baca Juga: KPK Beri Sejumlah Rekomendasi untuk Pemkot dan DPRD Kota Tegal

Sekretaris Daerah Kendal, Agus Dwi Lestari, menyampaikan rangkaian agenda tersebut saat pembukaan peringatan HSN, Kamis 15 oktober 2026. Kegiatan yang disiapkan meliputi fasilitasi identitas kependudukan santri, advokasi pendidikan tinggi, Manakib Kubro dan doa bersama, rapat santri, sarasehan pondok pesantren, lomba nasi tumpeng, hingga upacara puncak HSN.

Sarasehan pondok pesantren dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober di Pendopo Tumenggung Bahurekso dengan target 700 peserta. Sementara upacara puncak HSN akan digelar di Alun-Alun Kendal pada 22 Oktober dengan sasaran 1.000 peserta dari kalangan santri, perangkat daerah, dan organisasi kemasyarakatan Islam.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan pesantren memiliki peran penting yang melampaui pendidikan agama. Lembaga pendidikan tersebut turut membentuk karakter generasi muda, memperkuat kehidupan sosial, dan menjaga kerukunan masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat perlu terus dipelihara agar pembangunan daerah berjalan seiring dengan penguatan nilai keagamaan dan kebangsaan.

“Sinergi dan solidaritas antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat. Dengan kebersamaan, kita dapat menjaga persatuan dan mewujudkan Kendal yang aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.

Bupati juga mengajak para kiai, pengasuh pesantren, dan santri memperkuat pendidikan berbasis Al-Qur'an dan As-Sunnah serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu mengambil peran lebih luas dalam menghadapi tantangan masa depan.

Dukungan terhadap pengembangan santri juga disampaikan Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq. Ia mengapresiasi alokasi anggaran pemerintah daerah untuk kegiatan santri, meskipun dukungan tersebut belum dapat menjangkau seluruh kebutuhan.

Mahfud mengingatkan para santri agar tidak membatasi cita-cita dan kesempatan mereka untuk berkembang.

“Kendal merupakan lumbung santri. Adik-adik santri jangan berkecil hati. Kalian memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, meraih cita-cita, dan mengambil peran penting dalam pembangunan bangsa,” tandasnya.

Melalui peringatan HSN 2026, Kendal berharap santri tidak hanya menjadi bagian dari tradisi keagamaan, tetapi juga tumbuh sebagai generasi yang berkarakter, berpendidikan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah maupun bangsa.

Artikel Terkait