Kerangka Manusia Ditemukan di Ladang Pidodo Wetan Kendal, Polisi Selidiki Identitas Korban

Jumat, 24 April 2026 | 12.14
Polisi memeriksa kerangka manusia yang ditemukan di sebuah ladang di patebon kendal. (edhot)
Polisi memeriksa kerangka manusia yang ditemukan di sebuah ladang di patebon kendal. (edhot)

Penemuan kerangka manusia di sawah Patebon Kendal gegerkan warga, polisi lakukan olah TKP dan penyelidikan untuk ungkap identitas serta penyebab kematian.

KENDAL, puskapik.com — Penemuan kerangka tulang manusia di area persawahan Dukuh Malangsari, Desa Pidodo Wetan, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, memicu perhatian warga dan aparat kepolisian.

Kerangka tersebut ditemukan dalam kondisi tidak utuh di lahan milik warga bernama Indiari alias Andik.

Peristiwa ini bermula ketika seorang petani, Ali Imron, warga Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring, melintas di lokasi saat hendak menuju ladangnya.

Baca Juga: Ingin Kuliah di UBISA Tegal, Ini Biaya Pendaftaran dan Kuliahnya

Ia kemudian melihat bagian tulang yang mencurigakan di permukaan tanah. Setelah memastikan temuannya, ia segera melapor kepada perangkat desa setempat.

Laporan tersebut langsung diteruskan ke pihak kepolisian. Aparat dari Polsek Patebon bersama tim gabungan dari Polres Kendal segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Patebon, AKP Rozikin, memimpin langsung proses penanganan di lokasi. Sejumlah personel dilibatkan, mulai dari KSPKT, unit Reskrim, Bhabinkamtibmas, hingga tim Inafis Polres Kendal. Petugas dari PMI Kendal juga turut membantu dalam proses evakuasi.

Baca Juga: Rembug Bareng Masigab, Bupati Targetkan Transformasi Total Lewat Visi Brebes Beres

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah bagian kerangka manusia yang tersebar, meliputi tulang tengkorak, rahang bawah, tulang paha, tulang kaki, tulang rusuk, tulang belakang, hingga tulang tangan.

Selain itu, ditemukan pula pakaian berupa baju lengan panjang warna hijau-kuning, celana pendek hitam bermotif belang, serta celana panjang warna hitam yang diduga berkaitan dengan korban.

Seluruh temuan tersebut kemudian diamankan dan dievakuasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Kerangka manusia itu dibawa ke RS Bhayangkara guna menjalani pemeriksaan forensik.

“Langkah awal yang kami lakukan adalah mengamankan TKP, mengumpulkan barang bukti, dan membawa kerangka ke rumah sakit untuk identifikasi lebih lanjut,” jelas AKP Rozikin.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki identitas korban serta penyebab kematian.

Kondisi kerangka yang telah terpisah-pisah mengindikasikan bahwa korban diduga telah meninggal dalam kurun waktu yang cukup lama sebelum akhirnya ditemukan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait