Lawan Dominasi Gawai, Mak Sulis Kenalkan Sastra kepada Anak di Kendal Lewat Kelas Puisi

Komunitas Mak Sulis Kendal menggelar Kelas Puisi untuk anak SD di Perpusda. Program ini mengajak anak mengurangi ketergantungan gawai lewat literasi dan kreativitas sastra.
KENDAL, puskapik.com – Di tengah semakin akrabnya anak-anak dengan telepon pintar dan media sosial, Komunitas Emak-Emak Suka Nulis (Mak Sulis) memilih mengenalkan dunia sastra sebagai ruang baru untuk menumbuhkan kreativitas.
Memanfaatkan masa libur sekolah, komunitas tersebut menggelar pelatihan menulis puisi bagi siswa sekolah dasar di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kendal.
Program bertajuk Kelas Puisi itu menjadi salah satu upaya mengajak anak-anak kembali dekat dengan buku, bahasa, dan imajinasi.
Baca Juga: SMAN 1 Bumiayu Loloskan 7 Siswa ke OSNP 2026, Meningkat dari Tahun Lalu
Selama pelatihan, peserta tidak hanya diajak membaca puisi, tetapi juga belajar menyusun karya mereka sendiri dari pengalaman dan lingkungan yang mereka rasakan.
Meski angkatan pertama baru diikuti sepuluh peserta, proses pembelajaran berlangsung interaktif.
Para tutor membimbing setiap peserta mengenal unsur-unsur puisi, memilih kata yang tepat, hingga merangkai kalimat menjadi karya yang utuh.
Baca Juga: Ketua MUI Kendal KH Asro'i Tohir Wafat, Umat Kehilangan Sosok Pemersatu
Tokoh literasi Wahyu Indah mengatakan, sastra merupakan media yang efektif untuk melatih anak berpikir kreatif sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa.
Menurutnya, kebiasaan menulis perlu dikenalkan sejak dini agar anak terbiasa mengolah ide dan menyampaikan gagasan secara positif.
"Kami ingin anak-anak memahami bahwa menulis bukan sesuatu yang sulit. Semua bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang mereka lihat, rasakan, dan alami setiap hari," ujarnya.
Bagi peserta, kelas tersebut menjadi pengalaman baru. Salah satunya Aulia Maulida Syahputri yang mengaku selama ini hanya menikmati membaca puisi.
Melalui pelatihan itu, ia akhirnya berani menulis puisi pertamanya dengan bimbingan para tutor.
Penyelenggara berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai program liburan semata, tetapi berkembang menjadi wadah pembinaan literasi bagi anak-anak di Kabupaten Kendal.
Ke depan, Mak Sulis berencana membuka kelas-kelas lanjutan sesuai perkembangan kemampuan peserta.
Melalui kegiatan sederhana di ruang perpustakaan, Mak Sulis ingin menunjukkan bahwa literasi masih memiliki tempat di hati generasi muda.
Dengan membiasakan anak membaca dan menulis sejak dini, diharapkan akan lahir generasi yang lebih kreatif, kritis, dan mampu mengekspresikan gagasannya melalui karya sastra. **
Artikel Terkait

ORADO Piala Panglima TNI di Pemalang, Nurkholes Tekankan Makna Kebersamaan

Bukan Sekadar Pesta Panen, Pasar Gili Purwosari Jadi Penggerak UMKM Warga Kendal

PSK Kendal Jadi Satu-satunya Komunitas Sastra Jateng Penerima Banpem Rp100 Juta
