Ketua MUI Kendal KH Asro'i Tohir Wafat, Umat Kehilangan Sosok Pemersatu

Ketua MUI Kabupaten Kendal KH Asro'i Tohir wafat saat menjalani perawatan di RSUD dr. Soewondo. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi umat dan masyarakat Kendal.
KENDAL, puskapik.com – Masyarakat Kabupaten Kendal kehilangan salah satu tokoh agama yang selama ini dikenal sebagai pemersatu umat.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kendal sekaligus Ketua Takmir Masjid Agung Kendal, Drs. KH. Asro'i Tohir, M.Pd.I, meninggal dunia pada Senin (6/7) pukul 03.00 WIB saat menjalani perawatan di RSUD dr. Soewondo Kendal.
Wafatnya ulama kharismatik asal Kaliwungu tersebut mengundang duka dari berbagai kalangan.
Baca Juga: Muhammadiyah Kendal Cetak Kreator Dakwah Digital Lewat Creator Camp
Tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur pemerintahan menyampaikan belasungkawa dan mengenang pengabdian almarhum dalam membina kehidupan keagamaan di Kabupaten Kendal.
Selama hidupnya, KH Asro'i Tohir dikenal sebagai ulama yang aktif berdakwah, mengembangkan pendidikan Islam, serta mempererat hubungan antarelemen masyarakat.
Selain memimpin MUI Kabupaten Kendal, ia juga pernah menjadi pengurus Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal.
Baca Juga: Merasa Dipermainkan, Wali Murid di Pemalang Protes Pembelian Seragam Sekolah
Perannya tidak hanya terlihat dalam aktivitas organisasi keagamaan. Almarhum juga kerap menjadi rujukan masyarakat dalam berbagai persoalan keislaman dan rutin mengisi pengajian di berbagai daerah.
Dalam tradisi Syawalan Kaliwungu, misalnya, KH Asro'i Tohir dikenal sebagai sosok yang konsisten menjelaskan sejarah para auliya serta perkembangan dakwah Islam di Kendal.
Di dunia pendidikan, pengabdian almarhum diwujudkan melalui perannya sebagai dosen Ma'had Aly Al Musyaffa' dan pengurus sejumlah lembaga pendidikan Islam. Komitmennya dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak membuatnya dihormati oleh kalangan santri, akademisi, maupun masyarakat luas.
Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq, mengatakan wafatnya KH Asro'i Tohir merupakan kehilangan besar bagi Kabupaten Kendal.
Menurutnya, almarhum tidak hanya menjadi pemimpin umat, tetapi juga teladan dalam menjaga kerukunan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
"Beliau adalah ulama kharismatik yang mendedikasikan hidupnya untuk membina umat, memperkuat pendidikan Islam, dan menjaga persatuan masyarakat. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujarnya.
Ungkapan duka juga disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, KH Ikhsan Intizam. Ia menilai KH Asro'i Tohir merupakan sosok yang sederhana, terbuka, dan selalu menghadirkan dakwah yang menyejukkan.
Menurut Ikhsan, hubungan baik yang dibangun almarhum dengan berbagai elemen masyarakat menjadi contoh penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah di Kabupaten Kendal.
"Beliau selalu mengedepankan kebersamaan, memberikan nasihat yang menenangkan, dan menjadi teladan bagi umat. Kehilangan ini dirasakan oleh seluruh masyarakat Kendal, bukan hanya satu golongan," katanya.
KH Asro'i Tohir juga dikenal sebagai menantu almarhum KH Ahmad Abdul Hamid, ulama besar asal Kendal yang banyak melahirkan karya-karya keislaman.
Jejak pengabdian yang ditinggalkan KH Asro'i Tohir di bidang dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat menjadi warisan yang akan terus dikenang oleh masyarakat Kabupaten Kendal. **
Artikel Terkait

Empat Emas dari Kolam Kramat, Atlet POSSI Kota Tegal Warming Up Menuju Porprov Jateng

1.317 Pelajar di Kabupaten Tegal Semarakkan Islamic Youth Festival JSIT Indonesia 2026

Plt Bupati Nurkholes Nostalgia Vespa di Deklarasi SOG Indonesia Chapter Pemalang
