Lebih dari Seabad, Haul Ulama Polaman Grobogan Tetap Jadi Magnet Masyarakat, Taj Yasin Bicara Warisan Ilmu

Kamis, 25 Juni 2026 | 14.39
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen

Ribuan jamaah memadati haul KH Abdurrahman Munadi dan Habib Muhammad bin Syekh Bafaqih di Grobogan. Gus Yasin menegaskan pentingnya menjaga sanad ilmu.

GROBOGAN, puskapik.com — Lebih dari satu abad berlalu, tradisi haul KH Abdurrahman Munadi dan Habib Muhammad bin Syekh Bafaqih di Dusun Polaman, Desa Jatipecaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, tetap terjaga dan menjadi magnet pertemuan masyarakat lintas generasi.

Rangkaian Haflah Dzikir dalam rangka haul dua ulama tersebut kembali dihadiri ribuan jamaah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang hadir sekaligus memberikan mauidhoh hasanah menilai keberlangsungan tradisi haul menjadi bukti kuatnya ikatan masyarakat dengan para ulama dan warisan ilmu yang ditinggalkan.

Baca Juga: Damkar Kabupaten Tegal Tangani 243 Kasus Non Kebakaran, Dominasi Evakuasi Ular dan Sarang Tawon

Menurut wagub yang akrab disapa Gus Yasin ini, haul bukan sekadar kegiatan mengenang tokoh yang telah wafat. Tetapi menjadi momentum untuk menyambungkan kembali hubungan masyarakat dengan para guru, ulama, serta nilai-nilai kebaikan yang diwariskan.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa hadir dalam haul ini. Haul menjadi jalan untuk menyambungkan kita dengan para guru-guru kita, menyambungkan ilmu dan sanad yang diwariskan para ulama,” ujar Gus Yasin dalam kegiatan yang digelar di Aula Makam Almarhumain, Rabu malam, 24 Juni 2026.

Baca Juga: 18 Peserta Ikuti Penilaian Tahap II Penghargaan Industri Hijau Jawa Tengah 2026

Wagub yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi ini, menjelaskan, dalam tradisi keilmuan Islam, sanad memiliki peran penting karena ilmu tidak hanya dipandang sebagai pengetahuan. Tetapi juga memiliki keterhubungan antara guru dan murid dari generasi ke generasi.

“Para ulama ketika belajar, yang dicari adalah sanad. Bagaimana ilmu itu tersambung hingga kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Gus Yasin menyebut, keberlangsungan haul KH Abdurrahman Munadi dan Habib Muhammad bin Syekh Bafaqih hingga saat ini menunjukkan nilai dan keteladanan para ulama tetap hidup di tengah masyarakat.

Ia mengajak masyarakat untuk menjaga tradisi baik tersebut. Termasuk dengan terus mendekat kepada para ulama, kiai, dan ahli ilmu sebagai sumber pembelajaran agama maupun nilai kehidupan.

“Haul ini bukan hanya mengenang, tetapi juga menjaga ilmu, adab, dan keteladanan para guru kita agar terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Yasin juga mengingatkan pentingnya rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam majelis dzikir. Menurutnya, majelis seperti haul menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dalam suasana spiritual sekaligus memperkuat hubungan sosial.

Ia menyampaikan, hadirnya masyarakat dalam majelis dzikir bukan hanya tentang berkumpul secara fisik. Tetapi juga menunjukkan niat untuk mencari keberkahan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain itu, Gus Yasin menyampaikan, bahwa menjaga hubungan dengan ulama juga menjadi bagian dari berbakti kepada orang tua (birrul walidain). Sebab, banyak nilai keagamaan dan tradisi baik yang diteruskan oleh generasi berikutnya karena kecintaan kepada orang tua dan para guru.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait