Damkar Kabupaten Tegal Tangani 243 Kasus Non Kebakaran, Dominasi Evakuasi Ular dan Sarang Tawon

Petugas Damkar Kabupaten Tegal menangani 243 kasus non kebakaran hingga Mei 2026. Evakuasi ular dan sarang tawon menjadi penanganan terbanyak yang dilakukan.
SLAWI, puskapik.com - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tegal menangani 243 kasus non kebakaran hingga Mei 2026. Dari jumlah itu, petugas Damkar mayoritas mengevakuasi ular dan sarang tawon.
Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal, Agus Sukoco mengatakan, tugas dan fungsi petugas Damkar tak hanya sebatas penanganan kebakaran. Namun, banyak fungsi yang bisa dilakukan petugas Damkar.
Diantaranya, penyelamatan (rescue), penyelamatan hewan, penanganan bahan berbahaya, penanggulangan bencana, penyelamatan non-kebakaran, dan pencegahan serta edukasi.
Baca Juga: 18 Peserta Ikuti Penilaian Tahap II Penghargaan Industri Hijau Jawa Tengah 2026
"Penanganan kebakaran dengan non kebakaran, lebih banyak menangani non kebakaran," katanya.
Menurut dia, Damkar Kabupaten Tegal pada tahun 2025 telah menangani kebakaran sebanyak 87 kejadian.
Namun hingga Mei 2026, kebakaran telah terjadi sebanyak 28 Kejadiaan. Sedangkan penanganan non kebakaran tahun 2026 sebanyak 305 kejadiaan dan hingga Mei 2026 telah terjadi 243 kejadiaan.
Baca Juga: Diduga Aniaya Korban dengan Sangkur, Pria di Wonokerto Pekalongan Diamankan Polisi
"Paling banyak mengevakuasi ular. Pada bulan Mei 2026, petugas Damkar Kabupaten Tegal mengevakuasi sebanyak 12 ular," beber Agus.
Di bulan yang sama, lanjut dia, penanganan non kebakaran, diantaranya evakuasi berang-berang, evakuasi kera, evakuasi mobil terperosok, evakuasi monyet, penanganan pintu terkunci, evakuasi biawak, pelepasan 5 cincin, dan evakuasi sarang tawon.
Sementara itu, kejadiaan di bulan April 2026, diantaranya pelepasan baut di jari, pelepasan gelang, evakuasi biawak, evakuasi ular, pelepasan cincin, kebakaran dan evakuasi sarang tawon.
"Evakuasi sarang tawon juga cukup banyak," katanya.
Ditambahkan, Damkar juga memiliki fungsi untuk edukasi. Banyak siswa yang telah datang ke Damkar untuk diberikan sosialisasi tentang penanganan kebakaran dan penanganan non kebakaran. Hampir tiap pekan, Damkar mendapatkan permintaan untuk edukasi kepada siswa.
"Edukasi untuk pengenalan alat pemadam kebakaran, sekaligus praktik pemadaman api kebakaran," pungkasnya.


