Jembatan dan Pancuran 13 Wisata Guci Tegal Diperbaiki, Pelaku Usaha Diminta Rapikan Pipa Air Panas

Rabu, 5 Agustus 2026 | 13.39
Bupati Tegal H Ischak Maulana Rohman dan Plt Kepala DPUPR Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto R meninjau lokasi pembangunan jembatan Sungai Gung di Pancuran 13 Desa Guci, Kecamatan Bojong, Selasa 4 Agustus 2026. (Dok)
Bupati Tegal H Ischak Maulana Rohman dan Plt Kepala DPUPR Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto R meninjau lokasi pembangunan jembatan Sungai Gung di Pancuran 13 Desa Guci, Kecamatan Bojong, Selasa 4 Agustus 2026. (Dok)

Pemkab Tegal mulai membenahi wisata Guci dengan membangun kembali jembatan Pancuran 13 senilai Rp2,5 miliar dan menata kawasan demi menyambut libur akhir tahun 2026.

SLAWI, puskapik.com - Obyek wisata air panas Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal mulai dibenahi. Perbaikan diawali dari jembatan yang ambruk saat banjir bandang pada akhir tahun 2025.

Pelaku usaha di Guci yang memanfaatkan sumber air panas juga diminta untuk merapikan pipa-pipanya agar tidak menganggu pemandangan di wisata Guci.

Hal itu terungkap saat Bupati Tegal, H Ischak Maulana Rohman bersama Plt Kepala DPUPR Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto R meninjau pembangunan jembatan penghubung antara Desa Rembul dan Desa Guci yang berada di Taman Wisata Alam Pancuran 13, Selasa 4 Agustus 2026.

Baca Juga: KPK Geledah Rumah Kepala DPUPR dan Dinkes Pemalang

Bupati bersama rombongan sempat menikmati makanan khas Guci, berupa jagung bakar dan makanan lainnya.

"Jembatan dan Pancuran 13 yang terbawa banjir pada akhir 2025, kita bangun kembali dengan anggaran Rp2,5 miliar," kata Bupati Ischak.

Dikatakan, jembatan yang sangat vital bagi warga dua desa dan wisatawan itu, sudah mulai dikerjakan. Pembangunan jembatan Sungai Gung di Desa Guci, Kecamatan Bojong, sepanjang 30 meter dengan lebar 5 meter.

Baca Juga: Sempat Dicari Semalaman, Petani di Kandangserang yang Dilaporkan Hilang Akhirnya Pulang dengan Selamat

Jembatan yang dibangun dengan sistem girder akan dilengkapi dengan lampu-lampu hias. Hal itu dimaksudkan agar jembatan juga menjadi salah satu pendukung wisata di Guci.

"Kami minta kepada Plt Kepala DPUPR dan pengawas untuk mengawal agar pekerjaannya tepat waktu, tepat mutu, dan kualitasnya bagus. Tanggal 10 Oktober sudah harus selesai," tegas Mas Ischak.

Menurut dia, jika jembatan di Pancuran 13 selesai dibangun, maka bisa dimanfaatkan untuk menyambut momentum liburan akhir tahun dan tahun baru 2027. Ia memprediksi Pancuran 13 akan ramai di momentum tersebut, karena wisata ini masih menjadi icon Guci yang banyak dikunjungi wisatawan.

"Jadi nanti di momentum akhir tahun, wisata Guci ramai, masyarakat dan wisatawan sudah bisa menggunakan jembatan ini," harap Bupati Ischak.

Tak hanya jembatan Sungai Gung yang diperbaiki, menurut Bupati Ischak, Pancuran 13 yang tersapu banjir juga akan diperbaiki. Tim Pemkab Tegal dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenhut) juga telah menggelar rapat untuk perbaikan Pancuran 13. Diharapkan, akhir tahun 2026 baik jembatan dan Pancuran 13 sudah selesai dibangun.

"Sehingga, Guci bangkit kembali dan perekonomian kembali tumbuh," katanya.

Bupati menambhakan, pelaku usaha di Guci juga diminta untuk ikut andil bagian dalam memperindah Guci. Salah satunya untuk merapihkan pipa-pira air panas agar terlihat rapih.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait