Libatkan Swasta, Pemprov Jateng Perluas Gerakan Sumur Resapan Hemat Biaya

Rabu, 18 Februari 2026 | 15.13
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen

Pemprov Jateng gandeng swasta galakkan sumur resapan murah di Kudus untuk cegah banjir dan kerusakan jalan saat musim hujan.

KUDUS, puskapik.com – Genangan air saat musim hujan bukan hanya memicu banjir, tetapi juga menjadi salah satu faktor utama kerusakan jalan. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini menggalakkan pembangunan sumur resapan sebagai solusi sederhana, terjangkau, dan berdampak luas bagi lingkungan serta ketahanan infrastruktur jalan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat meninjau pembangunan sumur resapan di Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Rabu, 18 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Sukun Wartono Indonesia.

Menurut Taj Yasin, sumur resapan bukan sekadar proyek konservasi air, tetapi juga strategi efektif untuk menjaga ketahanan infrastruktur jalan.

Baca Juga: Warga Tanah Gerak di Brebes Mengungsi, Gubernur Ahmad Luthfi Percepat Huntara dan Relokasi

“Ketika musim penghujan, yang paling rawan merusak jalan itu genangan air. Kalau genangan air ini bisa kita hilangkan, saya rasa jalannya juga semakin lebih awet,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah PT Sukun Wartono Indonesia yang telah membangun sumur resapan di sejumlah titik. Di Lapangan Jogging Track Taman Desa Gondosari sendiri, telah dibuat 15 sumur resapan.

“Ini gerakan yang sederhana, tapi dampaknya besar. Satu gerakan bisa menyelamatkan beberapa program pekerjaan, baik dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, sampai desa,” kata Taj Yasin.

Genangan air, lanjutnya, selama ini menjadi faktor utama yang mempercepat kerusakan lapisan jalan. Air yang mengendap berpotensi merusak struktur, memicu retakan, hingga lubang yang berujung pada tingginya biaya perbaikan.

Karena itu, Pemprov Jawa Tengah mendorong gerakan sumur resapan agar lebih dimassifkan. Namun, Wagub mengingatkan bahwa pembangunan sumur resapan harus disertai edukasi teknis kepada masyarakat.

“Kalau tanahnya tanah liat atau lempung, harus sampai ketemu pasir. Jangan sampai resapan justru merusak struktur tanah,” tegasnya, merujuk pada pengalaman di wilayah lain.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait