Lomba Gogoh Lele Jadi Pengingat Pentingnya Merawat Sungai Irigasi di Karangayu Kendal

Lomba gogoh lele di Desa Karangayu, Kendal, tak hanya meriahkan HUT ke-81 RI. Warga juga bersih-bersih irigasi sebagai pengingat pentingnya menjaga sungai untuk pertanian.
KENDAL, puskapik.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan warga RT 03 RW 02 Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, untuk menggelar kegiatan yang sarat makna.
Bukan sekadar mengadakan perlombaan, warga menjadikan sungai irigasi sebagai pusat kegiatan melalui lomba gogoh lele yang diawali dengan aksi bersih-bersih sungai.
Sejak pagi, warga bergotong royong membersihkan saluran irigasi yang selama ini menjadi sumber pengairan lahan pertanian. Sampah dan tanaman liar yang menghambat aliran air dibersihkan bersama-sama sebelum ratusan ikan lele ditebar ke dalam sungai sebagai bagian dari perlombaan.
Baca Juga: Operator Traktor Ditemukan Meninggal di Perkebunan Tebu Kendal, Diduga Terserang Penyakit Jantung
Tak lama kemudian, suasana berubah menjadi riuh. Anak-anak, remaja hingga orang dewasa turun ke sungai untuk menangkap lele dengan tangan kosong. Gelak tawa pecah ketika peserta saling berebut ikan yang bergerak lincah di antara lumpur dan aliran air. Momen tersebut menjadi hiburan yang mampu menyatukan seluruh lapisan masyarakat.
Ketua RT 03 RW 02 Desa Karangayu, Sukadi, mengatakan lomba gogoh lele telah menjadi agenda rutin setiap peringatan Hari Kemerdekaan. Menurutnya, kegiatan tersebut sengaja dipusatkan di sungai irigasi agar masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga kebersihan saluran air yang menjadi penopang aktivitas pertanian warga.
"Sungai ini sangat penting bagi petani. Karena itu kami ingin masyarakat ikut memiliki rasa tanggung jawab untuk merawatnya. Melalui lomba ini, warga tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga belajar menjaga lingkungan," ujarnya.
Baca Juga: Ribuan Ayam Dibagikan Peternak di Alun-alun Kendal, Aksi Protes Berujung Ricuh Saat Warga Berebut
Menurut Sukadi, konsep tersebut terbukti mampu menarik partisipasi masyarakat. Tidak hanya peserta yang turun ke sungai, warga lainnya juga datang memberikan dukungan sehingga suasana peringatan kemerdekaan berlangsung meriah.
Kesuksesan acara tidak lepas dari peran para pemuda yang menjadi penggerak utama kegiatan. Ketua panitia, Elang Sakti Pratama, menjelaskan seluruh proses persiapan dilakukan secara swadaya. Mulai dari membersihkan lokasi, menyiapkan perlengkapan, hingga mengatur jalannya perlombaan, semuanya dikerjakan secara gotong royong.
"Kami ingin tradisi ini tetap hidup. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan seperti ini mampu mempererat hubungan antarwarga sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan," katanya.
Salah seorang peserta, Mala, mengaku senang dapat mengikuti perlombaan yang menurutnya berbeda dengan lomba Agustusan lainnya. Meski harus berlumuran lumpur, pengalaman menangkap ikan langsung di sungai menjadi keseruan yang sulit dilupakan.
"Kami senang bisa ikut bersama teman-teman. Yang paling penting bukan hadiahnya, tetapi kebersamaan dan suasana meriahnya," ungkapnya.
Lomba gogoh lele di Desa Karangayu menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan dapat dikemas dengan sederhana namun memiliki manfaat yang lebih luas. Selain mempererat hubungan sosial antarwarga, kegiatan ini juga mengingatkan pentingnya menjaga sungai irigasi agar tetap bersih, lestari, dan mampu menopang kebutuhan air bagi sektor pertanian.
Melalui tradisi yang terus dipertahankan dari tahun ke tahun tersebut, masyarakat berharap semangat gotong royong yang menjadi warisan para pendiri bangsa tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda, sejalan dengan nilai-nilai kemerdekaan yang terus dijaga hingga kini.


