Operator Traktor Ditemukan Meninggal di Perkebunan Tebu Kendal, Diduga Terserang Penyakit Jantung

Senin, 10 Agustus 2026 | 15.37
Polisi memeriksa jenasah korban yang meninggal di tengah perkebunan tebu. (edhot)
Polisi memeriksa jenasah korban yang meninggal di tengah perkebunan tebu. (edhot)

Operator traktor Muryono (60) ditemukan meninggal dunia di perkebunan tebu Singorojo, Kendal. Korban diduga mengalami serangan jantung saat bekerja.

KENDAL, puskapik.com – Seorang operator traktor ditemukan meninggal dunia di areal perkebunan tebu Blok Jerukwangi, Dusun Ngareanak, Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Minggu (9/8/2026) petang. Korban diduga meninggal akibat serangan jantung saat bekerja.

Korban diketahui bernama Muryono (60), warga Desa Wanamulya, Kabupaten Pemalang. Selama ini korban bekerja sebagai operator traktor di perkebunan tebu yang dikelola perusahaan setempat.

Kapolsek Singorojo, AKP Sudali, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB setelah rekan kerjanya merasa curiga karena hingga sore hari korban belum kembali dari lokasi kerja.

Baca Juga: Ribuan Ayam Dibagikan Peternak di Alun-alun Kendal, Aksi Protes Berujung Ricuh Saat Warga Berebut

"Korban berangkat bekerja sekitar pukul 08.00 WIB sebagai operator traktor di areal perkebunan tebu. Biasanya sekitar pukul 17.00 WIB sudah pulang, namun hingga sore tidak kembali sehingga dicari oleh rekan kerjanya," ujar AKP Sudali.

Sebelum mendatangi lokasi, mandor perkebunan bernama Jokowi bersama rekan kerja sempat berusaha menghubungi telepon seluler korban. Meski ponsel dalam keadaan aktif, panggilan tidak mendapat respons.

Merasa khawatir terjadi sesuatu, mereka kemudian menyusuri lokasi tempat korban terakhir bekerja. Setibanya di areal perkebunan, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tertelungkup di dekat traktor yang dioperasikannya.

Baca Juga: Kebakaran Kandang Ayam di Winduaji Brebes, 1.200 Ekor Mati, Kerugian Capai Rp88 Juta

"Hasil pemeriksaan awal ditemukan lecet ringan pada bagian pelipis. Luka tersebut diduga akibat kepala korban membentur dudukan kayu traktor ketika terjatuh," jelasnya.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga maupun rekan kerja, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Polisi menduga korban mengalami serangan jantung secara mendadak saat menjalankan pekerjaannya sehingga kehilangan kesadaran dan terjatuh.

Tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak kekerasan maupun dugaan tindak pidana di lokasi kejadian.

Usai dilakukan pemeriksaan awal, jenazah korban dievakuasi ke Puskesmas Boja untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh Supranoto, karyawan MKSO yang juga rekan kerja korban. Selanjutnya, jenazah akan diserahkan kepada pihak PTPN selaku perusahaan tempat korban bekerja untuk proses administrasi sebelum diberangkatkan ke rumah duka di wilayah Salatiga guna dimakamkan oleh pihak keluarga.

Polisi mengimbau masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan saat menjalankan aktivitas kerja, terutama bagi pekerja yang memiliki riwayat penyakit, sehingga risiko kejadian serupa dapat diminimalkan.

Artikel Terkait