Mahasiswa KKN UNDIP Jemput Bola Layani Kesehatan Warga Dawungsari Kendal Lewat Program Jumat Sehat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08.57
Mahasiswa KKN Undip senam bersama warga Dawungsari Pegandon. (edhot)
Mahasiswa KKN Undip senam bersama warga Dawungsari Pegandon. (edhot)

Mahasiswa KKN UNDIP menghadirkan program Jumat Sehat di Desa Dawungsari, Kendal. Warga mendapat pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, serta edukasi kesehatan gratis.

KENDAL, puskapik.com – Akses layanan kesehatan yang mudah dan dekat dengan masyarakat menjadi fokus pengabdian Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) di Desa Dawungsari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal.

Melalui program bertajuk "Jumat Sehat", mahasiswa menghadirkan pelayanan kesehatan gratis langsung ke lingkungan warga dengan konsep jemput bola yang dipadukan dengan kegiatan senam bersama.

Program tersebut menjadi salah satu inovasi mahasiswa KKN dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa.

Baca Juga: Lombakan Ketangkasan hingga Karya Kreatif, Ini Keseruan Jambore Pramuka Pemalang

Selama tiga pekan berturut-turut, kegiatan dilaksanakan setiap Jumat sore secara bergilir di tiga dukuh, yakni Dukuh Krajan (RW 2), Dukuh Jonggolan (RW 1), dan Dukuh Tegalsari (RW 3).

Konsep berpindah lokasi dipilih agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama memperoleh layanan kesehatan tanpa terkendala jarak maupun biaya.

Pelaksanaan perdana digelar di Balai Desa Dawungsari, Dukuh Krajan, pada Jumat, 17 Juli 2026.

Baca Juga: Forum HRD Tegal Dorong Rekrutmen Transparan, Hindari PHP ke Pencari Kerja

Sekitar 20 ibu rumah tangga mengikuti kegiatan sejak awal hingga selesai. Antusiasme warga kemudian meningkat pada pelaksanaan kedua di Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) Dukuh Jonggolan pada 24 Juli 2026 dengan jumlah peserta pemeriksaan mencapai 27 orang. Program selanjutnya ditutup di lapangan badminton Dukuh Tegalsari dengan partisipasi masyarakat yang juga cukup tinggi.

Mahasiswa KKN UNDIP menilai masih banyak masyarakat yang belum melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin karena keterbatasan waktu, biaya, maupun jarak menuju fasilitas pelayanan kesehatan.

Kondisi tersebut mendorong mereka menghadirkan pemeriksaan kesehatan sederhana yang mudah dijangkau oleh seluruh warga.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), kolesterol, dan asam urat secara gratis. Ketiga jenis pemeriksaan dipilih karena berkaitan dengan penyakit tidak menular yang banyak ditemukan di masyarakat dan sering berkembang tanpa gejala yang jelas.

Sebelum pemeriksaan dilakukan, peserta diwajibkan melakukan registrasi dan pendataan identitas. Selanjutnya mahasiswa melakukan anamnesis singkat dengan menanyakan riwayat penyakit, pola hidup, serta keluhan kesehatan yang dirasakan warga. Tahapan tersebut menjadi dasar untuk memberikan edukasi yang sesuai dengan kondisi masing-masing peserta.

Setelah proses wawancara selesai, pemeriksaan kesehatan dilakukan menggunakan alat pemeriksaan cepat. Hasil yang diperoleh langsung dicatat dan dijelaskan kepada setiap peserta agar mereka mengetahui kondisi kesehatannya saat itu juga.

Mahasiswa menjelaskan bahwa pemeriksaan gula darah sewaktu dilakukan sebagai gambaran kadar gula darah pada saat pemeriksaan berlangsung. Pemeriksaan kolesterol bertujuan mengetahui kemungkinan tingginya kadar lemak dalam darah yang berisiko memicu penyakit jantung maupun stroke.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait