Misteri Kebakaran Aula MTs NU 27 Jatipurwo Kendal, Polisi Selidiki Dugaan Aksi Pembakaran Berulang

Kebakaran aula MTs NU 27 Jatipurwo Kendal kembali terjadi. Polisi menyelidiki dugaan pembakaran berulang dengan temuan indikasi penggunaan Pertalite.
KENDAL, puskapik.com – Aparat kepolisian menyelidiki dugaan aksi pembakaran yang menimpa ruang aula MTs NU 27 Unggulan Jatipurwo di Dukuh Gempol Kuning, Desa Jatipurwo, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Selasa (14/7/2026) dini hari.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena merupakan kebakaran kedua yang terjadi di sekolah tersebut dalam kurun waktu kurang dari sepekan.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB itu menghanguskan berbagai fasilitas di dalam aula, seperti meja, kursi, kipas angin, mukena, dan sajadah. Di tengah kondisi ruangan yang dipenuhi abu dan barang-barang yang terbakar, tumpukan Alquran justru ditemukan masih utuh.
Baca Juga: Kapolres Pekalongan Sambangi Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Pengurus Yayasan MTs NU 27 Unggulan Jatipurwo, Abdul Rokhman, mengatakan api pertama kali diketahui oleh petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melintas saat hendak berangkat bekerja.
Saat itu kobaran api sudah cukup besar sehingga petugas segera menghubungi kepala sekolah sebelum warga berdatangan untuk memadamkan api.
Menurut Rokhman, terdapat sejumlah kejanggalan yang mengarah pada dugaan pembakaran secara sengaja. Selain ditemukan dugaan bekas cairan Pertalite, pihak sekolah juga menemukan salah satu ventilasi besi aula dalam kondisi bengkok, padahal sebelumnya tidak mengalami kerusakan.
Baca Juga: DPRD Pemalang Dukung PSIP Bentuk Yayasan, Dindikpora Siap Fasilitasi
"Kemungkinan pelaku masuk dari belakang sekolah karena bagian itu berbatasan langsung dengan rumah warga dan tidak ada pagar pembatas. Dugaan sementara menggunakan Pertalite untuk memicu api," ujarnya.
Ia menambahkan, saat kejadian aula memang dalam kondisi tertutup, namun tidak dikunci. Sementara gerbang utama dan gerbang samping sekolah tetap terkunci rapat menggunakan gembok. Pihak sekolah juga belum dapat memastikan siapa pelakunya karena lingkungan sekolah belum dilengkapi kamera pengawas.
Rokhman menegaskan selama ini pihak sekolah tidak memiliki persoalan dengan orang tua siswa maupun pihak lain yang dapat memicu aksi perusakan tersebut.
Kapolsek Rowosari, Iptu Akhmad Djoko Puji Laksono, mengatakan polisi bersama tim identifikasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi dari unsur guru maupun warga sekitar.
"Penyebab kebakaran masih kami selidiki. Seluruh keterangan saksi sedang kami dalami untuk mengungkap penyebab pasti kejadian ini," katanya.
Polisi juga mengungkap adanya laporan kebakaran di sekolah yang sama pada Kamis (9/7/2026). Penyidik kini mendalami kemungkinan adanya hubungan antara kedua peristiwa tersebut.
Artikel Terkait

Dua Tahun Didampingi Pemprov Jateng, Desa di Kebumen ini Mulai Bangkit dari Kemiskinan

IOA Global Jajaki Kerja Sama dengan Pemprov Jateng, dari Investasi Hingga Pendidikan Vokasi

Bawaslu Kendal Gandeng SMA Negeri 2, Siapkan Pemilih Pemula Berintegritas untuk Pemilu 2029
