Ngaji Lingkungan di Kendal, Film “Pesta Babi” Jadi Momentum Menjaga Alam

Minggu, 17 Mei 2026 | 08.56
Pembicara yang hadir dalam ngaji lingkungan usai nobar Pesta Babi di Madrasah Budaya. (edhot)
Pembicara yang hadir dalam ngaji lingkungan usai nobar Pesta Babi di Madrasah Budaya. (edhot)

Ngaji lingkungan di Kendal usai nobar film Pesta Babi jadi ruang edukasi menjaga alam, membahas kerusakan lingkungan dan keberagaman secara reflektif.

KENDAL, puskapik.com - Madrasah Budaya Pondok Pesantren Pungkuran Kaliwungu, Kabupaten Kendal, menghadirkan cara berbeda dalam menggelar nonton bareng film dokumenter Pesta Babi, Sabtu malam 16 Mei 2026.

Tidak sekadar menyaksikan film, ratusan mahasiswa, remaja dan warga yang hadir diajak berdiskusi tentang lingkungan, keberagaman hingga kritik terhadap kerusakan alam yang terjadi di Indonesia.

Suasana sederhana dengan konsep lesehan membuat peserta tampak antusias mengikuti pemutaran film di layar lebar.

Baca Juga: Harga Emas Galeri 24 Terbaru 17 Mei 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Selama hampir satu setengah jam, peserta larut dalam cerita perjuangan masyarakat adat Papua Selatan mempertahankan tanah leluhur mereka dari ekspansi industri dan proyek berskala besar.

Usai pemutaran film karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan Ngaji Lingkungan dan Keberagaman.

Pengasuh Madrasah Budaya Pungkuran, Abdul Muis atau Gus Muis mengatakan, kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk membangun kesadaran menjaga lingkungan sekaligus memahami persoalan sosial dari sudut pandang kemanusiaan dan agama.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Rp2,76 Juta per Gram

Menurutnya, kerusakan lingkungan yang diperlihatkan dalam film menjadi alarm penting bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian alam.

“Yang kita pelajari bukan hanya isi filmnya, tetapi bagaimana manusia harus menghargai alam dan menjaga bumi. Lingkungan harus diselamatkan karena kerusakan seperti di Papua juga bisa terjadi di daerah lain,” ujarnya.

Dalam ngaji lingkungan tersebut turut hadir Pendeta Gereja Kristen Jawa Kendal Tri Atmojo, Abdul dari LBH Semarang dan aktivis perempuan Kendal Ema W. Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai pandangan mengenai dampak pembangunan terhadap masyarakat dan lingkungan.

Ngaji lingkungan sendiri menjadi pendekatan yang memadukan nilai agama dengan kepedulian terhadap alam. Melalui kegiatan itu, peserta diajak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ardhi.

Film Pesta Babi sendiri mengangkat dampak ekspansi perkebunan sawit, tebu hingga proyek pangan skala besar di Papua Selatan. Dokumenter tersebut juga menyoroti perubahan sosial, kerusakan hutan dan kehidupan masyarakat adat akibat proyek-proyek industri.

Film ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah lembaga seperti WatchDoc, Greenpeace, Jubi.id, Pusaka Bentala Rakyat, Ekspedisi Indonesia Baru serta LBH Papua Merauke. **

Artikel Terkait