Pemprov Jateng Dorong Dermaga Apung, Solusi Kepungan Rob Nelayan Bonang Demak

Kamis, 12 Maret 2026 | 22.23
puskapik

Pemprov Jateng dorong percepatan pembangunan dermaga apung di Bonang Demak sebagai solusi rob yang menghambat aktivitas dan distribusi hasil tangkapan nelayan.

DEMAK, puskapik.com – Di tengah kepungan air pasang yang kerap menenggelamkan akses ekonomi warga, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turun langsung meninjau kondisi nelayan di Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Kamis, 12 Maret 2026.

Kehadiran pria yang akrab disapa Gus Yasin ini menjadi angin segar bagi masyarakat pesisir yang selama ini berjuang melawan daratan yang kian menyusut akibat rob.

Melihat kondisi di lapangan, Gus Yasin menegaskan bahwa normalisasi aliran sungai dan perbaikan infrastruktur dermaga sudah menjadi prioritas mendesak. Ia mengungkapkan anggaran untuk pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Dermaga Apung sebenarnya sudah tersedia.

Baca Juga: Bakal Dilewati 38,71 Juta Pemudik, Jawa Tengah Mulai Siaga Pengamanan Lebaran

"Untuk TPI apung atau dermaga apung sebenarnya sudah ada anggarannya, tinggal kita dorong percepatannya,” kata Taj Yasin.

Namun, ia menekankan perlunya langkah proaktif dari pemerintah desa agar proses lelang dan pengerjaan fisik bisa segera dieksekusi melalui APBD.

Percepatan usulan dari tingkat desa menjadi kunci agar bantuan pemerintah tidak tertahan di meja administrasi, melainkan langsung menyentuh kebutuhan nelayan.

Baca Juga: Pemkot Tegal Siapkan Dua Bus Mudik Gratis Lebaran 2026

“Saya minta dari desa ada percepatan usulan supaya kita bisa mendorong biro APBJ (Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa) kita segera lelang dan pengerjaannya bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Kondisi dermaga di Desa Purworejo memang cukup memprihatinkan. Kepala Desa Purworejo, Rifqi Salafudin, membeberkan fakta pahit bahwa pada tahun 2024, wilayah tersebut sempat 100 persen tenggelam.

Meski sudah ada upaya pengurukan di tahun 2025, saat air pasang tiba, dermaga masih terendam hingga ketinggian satu meter.

“Sekarang masih sekitar 50 persen. Kalau air pasang bisa tenggelam sampai satu meter,” jelasnya.

Hal ini praktis melumpuhkan aktivitas ekonomi karena nelayan kesulitan mendistribusikan hasil tangkapan mereka ke TPI, mengingat akses kendaraan pengangkut terhambat oleh genangan air.

"Sangat menghambat nelayan karena nelayan dari laut itu kan harusnya jual ikan setelah itu baru lelang di TPI karena kalau dengan kondisi seperti itu kan juga kita repot untuk kegiatan," ujarnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait