Pemprov Jateng Targetkan Pembangunan Hybrid Sea Wall Demak Dimulai Oktober 2025

Kamis, 26 Juni 2025 | 23.54

PUSKAPIK.COM, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus menyempurnakan detail konsep Hybrid Sea Wall (tanggul laut multiguna) di Demak, bekerja sama dengan Universitas Diponego...

PUSKAPIK.COM, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus menyempurnakan detail konsep Hybrid Sea Wall (tanggul laut multiguna) di Demak, bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip). Pekerjaan fisik proyek ini ditargetkan mulai pada Oktober 2025.

Untuk finalisasi itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, menggelar rapat lanjutan bersama lintas pihak, di ruang kerjanya, Rabu, 26 Juni 2025 sore. Di antaranya bersama Undip, sejumlah dinas terkait di Provinsi Jateng, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Demak, dan dinas terkait setempat.

Rapat tersebut membahas pembagian tugas pokok fungsi (tupoksi). Mulai dari pematangan rancangan desain, penentuan lokasi titik koordinat, perizinan, sosialisasi masyarakat, lelang pekerjaan, dan lain-lain.

"Ahamdulillah finalisasi sudah ketemu. Insyaallah akan bisa segera dikerjakan. Juli-September mulai dari pematangan desain, penyelesain penentuan titik koordinat pekerjaan. Pemkab Demak bertugas sosialisasi kepada masyarakat," kata Taj Yasin.

Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan, berharap pekerjaan fisik bisa dimulai pada Oktober 2025. Dari sisi anggaran kemudian akan diajukan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Dengan estimasi anggaran awal Rp1,7 triliun untuk Hybrid Sea Wall, kata Taj Yasin, diharapkan mampu memperpanjang tanggul laut. Mulai dari sepanjang garis pantai Sayung, Demak, hingga Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.

Dikatakannya, pekerjaan Hybrid Sea Wall juga direncanakan menjadi proyek multiyears (tahunan). Dengan harapan, pekerjaan lebih teliti, matang, dan berdampak maksimal.

"Saya berharap pada tahun depan 2026, pekerjaan Hybrid Sea Wall bisa selesai. Iya sekitar 20-30 km panjangnya," ucap sosok asal Kabupaten Rembang itu.

Lebih lanjut, Taj Yasin mengatakan, besar harapannya akan partisipasi dan dukungan masyarakat. Khususnya demi menyelamatkan Demak dari banjir, rob, dan penurunan tanah.

Tim Pengendalian Banjir dan Rob Jateng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip, Prof Denny Nugroho Sugianto, S.T, M.Si, mengatakan, konsep Hybrid Sea Wall yang akan digarap merupakan langkah konkret kerja sama sesuai perjanjian nota kesepahaman antara Pemprov Jateng dan Perguruan Tinggi (PT).

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait