Perluasan KEK Kendal Perkuat Daya Saing Industri dan Serap Ribuan Tenaga Kerja

Rabu, 20 Mei 2026 | 10.10 WIB
Kawasan industri Kendal yang mulai berkembang. dokumen
Kawasan industri Kendal yang mulai berkembang. dokumen

Perluasan KEK Kendal terus menarik investor global, memperkuat daya saing industri, dan membuka puluhan ribu lapangan kerja baru di Jawa Tengah.

KENDAL, puskapik.com - Kabupaten Kendal kembali menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.

Melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, daerah ini terus menarik minat investor dalam dan luar negeri sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat.

Perluasan kawasan industri yang berada di wilayah Kendal tersebut kini terus berjalan seiring tingginya permintaan lahan industri dari berbagai perusahaan global.

Baca Juga: Harga Emas Antam 20 Mei 2026 Merosot Rp24.000, Buyback Ikut Turun

Pengembangan dilakukan tidak hanya untuk menambah kapasitas kawasan, namun juga memperkuat ekosistem industri terintegrasi yang didukung infrastruktur dan layanan perizinan yang semakin efisien.

KEK Kendal bahkan disebut sebagai salah satu contoh keberhasilan kerja sama strategis antara Indonesia dan Singapura.

Dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, kemitraan pengembangan KEK Kendal dinilai menjadi model kolaborasi ekonomi yang saling menguntungkan kedua negara.

Baca Juga: Haul ke-7 Mbah Moen, Wagub Taj Yasin Tekankan Pentingnya Meneladani Sosok Alim Ulama

Pemerintah Indonesia menilai pengembangan KEK Kendal mampu mempercepat industrialisasi daerah sekaligus membuka ruang investasi baru yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, Pemerintah Singapura melihat KEK Kendal sebagai kawasan industri modern yang mampu memberikan kepastian usaha dan daya saing bagi investor internasional.

Data investasi menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah terus meningkat.

Pada Triwulan I 2026, realisasi investasi Jawa Tengah mencapai Rp 23,02 triliun atau tumbuh 5,35 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari angka tersebut, Kabupaten Kendal menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp 3,61 triliun.

Capaian tersebut mempertegas posisi Kendal sebagai daerah tujuan investasi unggulan di Jawa Tengah. Bahkan pada tahun 2024, Kabupaten Kendal tercatat sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di provinsi ini.

Hingga Triwulan I 2026, KEK Kendal telah diisi 139 pelaku usaha dengan total komitmen investasi mencapai Rp 189,16 triliun. Kawasan ini juga telah menyerap sekitar 42 ribu tenaga kerja dari berbagai bidang industri.

Sektor industri yang berkembang pun semakin beragam, mulai dari otomotif, energi terbarukan, elektronik, farmasi dan alat kesehatan, furnitur, fashion, makanan dan minuman, hingga industri pendukung lainnya.

Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, mengatakan pertumbuhan kawasan industri tersebut tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra strategis dari Singapura.

Menurutnya, meningkatnya kepercayaan investor menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab untuk menjaga kualitas kawasan industri agar tetap kompetitif di tingkat global.

Selain fokus pada investasi, KEK Kendal juga berupaya memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan usaha pendukung di daerah.

“KEK Kendal dibangun dengan visi jangka panjang untuk menjadi pusat pertumbuhan industri modern yang berdaya saing global,” ujarnya.

Dengan perluasan kawasan yang terus berjalan, KEK Kendal diyakini akan semakin memperkuat posisi Kabupaten Kendal sebagai pusat industri baru di Jawa Tengah sekaligus motor penggerak ekonomi nasional. **