Haul ke-7 Mbah Moen, Wagub Taj Yasin Tekankan Pentingnya Meneladani Sosok Alim Ulama

Haul ke-7 Mbah Moen di Demak, Wagub Taj Yasin Ajak Teladani Sosok Alim Ulama dan Jaga Nilai Kebersamaan.
DEMAK, puskapik.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan pentingnya menjaga kedekatan dengan tokoh-tokoh yang membawa nilai kebaikan dan keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Peringatan Haul ke-7 KH Maimoen Zubair, di Serambi Masjid Agung Demak, Selasa malam, 19 Mei 2026.
Dalam acara yang digelar Mutakhorrijin Mutakhorrijat Al Anwar (HIMMA) Kabupaten Demak itu, sosok yang akrab disapa Gus Yasin tersebut mengajak masyarakat untuk terus merawat tradisi menghormati guru, tokoh masyarakat, dan para ulama yang selama hidupnya memberikan pengabdian bagi bangsa dan umat.
Baca Juga: Harga Emas UBS Hari Ini 20 Mei 2026 Turun, Simak Daftar Lengkapnya
“Ketika kita mencintai orang-orang baik dan dekat dengan mereka, mudah-mudahan kita juga mendapat keberkahan dari keteladanan yang mereka tinggalkan,” kata Wagub, yang juga putra Almaqfurlah Mbah Maimoen Zubaer itu.
Suasana acara berlangsung hangat dan khidmat. Ratusan jamaah dan masyarakat hadir mengikuti rangkaian doa bersama, pembacaan shalawat, serta mendengarkan nasihat kebangsaan dan kemasyarakatan dari para tokoh agama.
Dalam sambutannya, Gus Yasin menekankan pentingnya rasa syukur dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana seperti menjaga hubungan baik antarsesama, membantu masyarakat, dan terus memperbaiki diri.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Tegal Hari Ini 20 Mei 2026, Pagi Cerah Sore Turun Hujan
Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan ulama, kiai, dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial.
Menurutnya, para tokoh tersebut bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga memberikan teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Tokoh-tokoh seperti Mbah Maimoen bukan hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga kebijaksanaan hidup. Itu yang membuat beliau begitu dicintai banyak kalangan,” ujarnya.
Putra Mbah Moen itu mengenang sosok ayahnya sebagai pribadi sederhana yang memiliki pandangan luas dan perhatian besar terhadap masyarakat.
Banyak nasihat beliau, kata Gus Yasin, yang baru dipahami maknanya setelah dijalani dalam kehidupan nyata.
Menurutnya, tantangan saat ini bukan hanya soal pendidikan formal, tetapi juga bagaimana menjaga nilai kebijaksanaan, empati, dan keteladanan di tengah perubahan zaman yang cepat.
Karena itu, ia berharap tradisi pengajian, ruang diskusi, dan pertemuan masyarakat seperti haul dapat terus menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan kebersamaan lintas generasi.



