Kendal Hidupkan Lagi Sungai dengan 90 Ribu Benih Ikan, Bupati Dorong Gemar Makan Ikan Sejak Dini

Pemkab Kendal menebar 90 ribu benih ikan lokal di sungai dan embung sepanjang 2026 untuk menjaga ekosistem perairan sekaligus mendorong konsumsi ikan.
KENDAL, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Kendal mengintensifkan upaya pemulihan ekosistem perairan melalui program restocking ikan air tawar.
Sebanyak 90 ribu benih ikan lokal akan ditebar secara bertahap di sungai dan embung selama 2026 sebagai langkah menjaga kelestarian sumber daya perikanan sekaligus meningkatkan konsumsi ikan masyarakat.
Penebaran benih ikan di Embung Desa Ngerjo menjadi titik kelima dalam rangkaian program tersebut. Lokasi ini dipilih karena selain memiliki potensi perairan yang baik, juga berada di dekat lingkungan sekolah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi.
Baca Juga: Operasi Senyap BNN di Tempat Hiburan Tegal, 9 Terjaring Positif Narkoba
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, program restocking tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
"Total ada 90 ribu benih ikan yang akan ditebar di sejumlah perairan umum di Kendal. Selain menjaga populasi ikan, kami juga ingin mengajak anak-anak sejak dini gemar mengonsumsi ikan," ujar Bupati.
Menurutnya, Kendal memiliki potensi perikanan yang besar, baik dari sektor kelautan maupun budidaya air tawar. Namun, potensi tersebut belum diikuti dengan tingginya tingkat konsumsi ikan masyarakat.
Baca Juga: Satpol PP Pemalang Gencar Berantas Praktik Prostitusi Berkedok Warung Kopi
Karena itu, sosialisasi Gemarikan akan terus diperluas dengan melibatkan sekolah, pemerintah desa, hingga kelompok masyarakat agar manfaat konsumsi ikan semakin dipahami sebagai bagian dari pemenuhan gizi keluarga.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal Hudi Sambodo menjelaskan, benih yang ditebar merupakan ikan lokal seperti nilem dan tawes yang kini mulai jarang dijumpai di sungai-sungai Kendal.
Menurutnya, keberadaan ikan lokal sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Restocking diharapkan mampu mengembalikan habitat alami sehingga sungai kembali produktif dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
"Kalau ada sungai, seharusnya ada ikannya. Restocking ini bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan penyediaan sumber protein bagi masyarakat," jelas Hudi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penangkapan ikan dengan cara yang merusak, seperti menggunakan aliran listrik maupun racun. Cara tersebut dapat menghambat keberhasilan program restocking dan merusak ekosistem sungai.
Sebelum di Desa Ngerjo, penebaran benih ikan telah dilakukan di Singorojo, Boja, dan Ngampel. Program akan terus dilaksanakan hingga target 90 ribu ekor benih terpenuhi di berbagai perairan umum Kabupaten Kendal.
Kepala Desa Ngerjo Isnaeni Alnas menyatakan seluruh elemen masyarakat akan dilibatkan untuk menjaga benih ikan yang telah ditebar. Ia optimistis dalam tiga hingga empat bulan mendatang ikan mulai berkembang biak sehingga manfaatnya dapat dirasakan warga.


