Operasi Senyap BNN di Tempat Hiburan Tegal, 9 Terjaring Positif Narkoba

Kamis, 13 Agustus 2026 | 09.50
Razia gabungan BNNP Jawa Tengah dan BNN Kota Tegal, menyasar salah satu tempat hiburan malam, Rabu 12 Agustus 2026. Foto : istimewa
Razia gabungan BNNP Jawa Tengah dan BNN Kota Tegal, menyasar salah satu tempat hiburan malam, Rabu 12 Agustus 2026. Foto : istimewa

BNNP Jateng dan BNN Kota Tegal merazia tempat hiburan malam. Sembilan orang positif narkotika, ditemukan ekstasi, sabu, serta alat hisap.

TEGAL, puskapik.com - Operasi senyap yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah bersama BNN Kota Tegal membongkar praktik penyalahgunaan narkotika di tempat hiburan malam, Rabu 12 Agustus 2026.

Hasilnya, sembilan orang dinyatakan positif usai razia di sebuah kafe biliar di Kota Tegal.

Petugas menggelar pemeriksaan urine, penggeledahan hingga penelusuran ruang-ruang privat di lokasi.

Baca Juga: Satpol PP Pemalang Gencar Berantas Praktik Prostitusi Berkedok Warung Kopi

Dari 19 orang yang diperiksa, sembilan di antaranya terdiri dari satu laki-laki dan delapan perempuan, positif mengandung zat narkotika jenis metamfetamin atau sabu dan amfetamin atau ekstasi.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan barang bukti yang menguatkan dugaan penyalahgunaan, mulai dari tiga butir ekstasi, dua plastik klip berisi sisa sabu, hingga alat hisap seperti bong dan pipet.

Seluruhnya langsung diamankan ke kantor BNN Kota Tegal, sebelum dibawa ke tingkat provinsi untuk pemeriksaan lanjutan.

Baca Juga: Lomba Kadarkum Pemalang Jadi Ajang Tingkatkan Literasi dan Kesadaran Hukum

Kepala BNNP Jawa Tengah, Agus Rohmat menyebut, temuan ini bukan sekadar angka, melainkan alarm keras bagi sistem pengawasan di tempat hiburan.

"Ini bukan hanya soal penindakan. Setiap temuan adalah bahan evaluasi. Kita harus membangun sistem pencegahan yang melibatkan semua pihak, pemerintah, pelaku usaha hingga masyarakat," ujar Agus.

Agus menegaskan, perang terhadap narkotika tak bisa hanya mengandalkan operasi razia.

Menurut Agus, pendekatan harus berjalan beriringan, untuk memutus jaringan peredaran sekaligus memulihkan korban penyalahgunaan.

"Harus tegas ke jaringan, tapi juga menyelamatkan manusia," kata Agus.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Tegal, Kunarto mengatakan, razia ini menjadi bukti bahwa tempat hiburan tetap menjadi titik rawan peredaran narkoba.

"Kami tidak hanya menindak, tapi menyelamatkan. Ini tanggung jawab kami dalam menjaga Kota Tegal tetap bersih dari narkoba," ujar Kunarto.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait