Polres Kendal Dorong Pelajar Melek AI, 250 Siswa Ikuti Pelatihan di SMK Harapan Mulya

Polres Kendal latih 250 siswa SMK soal AI dan etika digital, dorong generasi muda adaptif, kreatif, serta bijak gunakan teknologi di era digital.
KENDAL, puskapik.com — Transformasi digital di dunia pendidikan terus didorong melalui berbagai upaya, salah satunya pelatihan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi pelajar.
Polres Kendal melalui Satuan Binmas menggelar kegiatan pengimbasan pelatihan AI kepada ratusan siswa di SMK Harapan Mulya Kendal, Kamis pagi.
Sebanyak 250 siswa mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut. Pelatihan dipimpin oleh Kasat Binmas, AKP Agus Supriyadi, bersama tim Master of Trainer (MOT) Polres Kendal.
Baca Juga: Kerangka Manusia Ditemukan di Ladang Pidodo Wetan Kendal, Polisi Selidiki Identitas Korban
Program ini merupakan kelanjutan dari pelatihan AI yang sebelumnya telah diberikan kepada sejumlah siswa di tingkat Polres.
Para siswa yang telah mendapatkan pelatihan tersebut kini diberdayakan sebagai tutor sebaya untuk menyampaikan kembali materi kepada teman-temannya di sekolah.
Metode pengimbasan ini dinilai efektif dalam memperluas jangkauan edukasi, sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan pemahaman peserta.
Baca Juga: Ingin Kuliah di UBISA Tegal, Ini Biaya Pendaftaran dan Kuliahnya
Para siswa tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga berperan aktif sebagai penyampai pengetahuan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama menitikberatkan pada pengenalan dan pemanfaatan AI untuk mendukung kegiatan belajar, seperti membantu riset, pengolahan data, hingga pembuatan konten edukatif.
Sementara sesi kedua mengangkat isu etika digital, termasuk penggunaan AI secara bertanggung jawab dan aman.
Petugas juga melakukan verifikasi terhadap sertifikat pelatihan AI yang telah dimiliki sebagian siswa. Selain itu, tim dari Polres Kendal memberikan pendampingan langsung selama proses penyampaian materi guna memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga.
AKP Agus Supriyadi menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan kesadaran etika.
Menurutnya, kemampuan menggunakan AI akan menjadi salah satu kompetensi penting bagi generasi muda di masa depan.
“Selain memahami teknologi, siswa juga harus memiliki kesadaran etika agar tidak menyalahgunakan AI. Ini penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di ruang digital,” ujarnya.



