Pria 57 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Depan Rumah di Magelung Kendal

Senin, 24 Agustus 2026 | 11.45
Polisi lakukan olah TKP dilokasi penemuan warga yang gantung diri. (edhot)
Polisi lakukan olah TKP dilokasi penemuan warga yang gantung diri. (edhot)

Pria 57 tahun ditemukan meninggal dunia di pohon depan rumahnya di Magelung, Kendal. Polisi melakukan olah TKP setelah warga menemukan korban pada Senin pagi.

KENDAL, puskapik.com – Warga Dusun Sadang, Desa Magelung, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, dikejutkan dengan penemuan seorang pria meninggal dunia pada Senin (24/8/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Muh Sulkan, 57, warga setempat. Korban ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB di sebuah pohon yang berada di depan rumahnya.

Kapolsek Kaliwungu AKP Nidya Putra Wahu Nugroho mengatakan, sebelum kejadian korban sempat berpamitan kepada istrinya, Istikomah, pada Minggu (23/8) sekitar pukul 19.30 WIB.

Baca Juga: Ratusan Kader Muda PKB Kabupaten Tegal Ikuti UKK Calon Ketua DPA

Saat itu, korban disebut hendak keluar rumah untuk mencari pekerjaan. Korban diketahui sudah beberapa bulan tidak bekerja.

“Korban sebelumnya pamit kepada istrinya untuk mencari pekerjaan,” kata Nidya.

Menurut keterangan keluarga, korban juga sempat mengirim pesan WhatsApp kepada anaknya. Dalam pesan tersebut, korban menyampaikan permintaan maaf karena merasa belum dapat membahagiakan keluarganya.

Baca Juga: Karnaval Bumiayu 2026 Dimulai, Peserta Mulai Penuhi Jalan Utama

Hingga Senin pagi, korban belum kembali ke rumah. Sekitar pukul 05.30 WIB, saksi Rosiyem alias Robiah dan Kaeri kemudian menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di pohon yang berada di depan rumah.

Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada istri dan keluarga korban. Petugas bersama pihak terkait selanjutnya melakukan pemeriksaan di lokasi.

Bidan Desa Magelung, Krismalia Eka Setiyani, yang melakukan pemeriksaan luar menyatakan korban telah meninggal dunia. Dari pemeriksaan awal, korban diduga meninggal akibat bunuh diri.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga membuat surat pernyataan menerima kematian korban dan menolak dilakukan autopsi serta menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun.

Polisi kemudian melakukan penanganan sesuai prosedur dan menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Artikel Terkait