Prioritaskan Lansia, Jemaah Haji Kendal Berkursi Roda Dikawal Sejak Awal Keberangkatan

Jemaah haji lansia Kendal berkursi roda didampingi sejak berangkat hingga di Tanah Suci demi keselamatan, kenyamanan, ibadah lancar
KENDAL, puskapik.com — Komitmen pelayanan terhadap jemaah lanjut usia terus ditingkatkan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Salah satunya melalui pendampingan khusus bagi jemaah yang menggunakan kursi roda, mulai dari proses keberangkatan di daerah hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Pendampingan ini menjadi bagian dari implementasi program haji ramah lansia yang menitikberatkan pada aspek keselamatan, kenyamanan, dan kemudahan akses bagi jemaah dengan keterbatasan fisik.
Baca Juga: Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Gubuk Tengah Hutan Darupono Kendal
Selama perjalanan, jemaah tidak hanya didampingi keluarga, tetapi juga petugas kloter yang telah dibekali tugas khusus untuk membantu mobilitas serta kebutuhan dasar jemaah.
Total jemaah haji asal Kabupaten Kendal tahun ini tercatat sebanyak 1.214 orang. Mereka diberangkatkan dalam empat kelompok terbang, yakni kloter 18, 19, 20, dan 21. Selain itu, sebagian jemaah lainnya tergabung dalam kloter 17 bersama jemaah dari daerah lain.
Analis Kebijakan Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Kendal, Naili Fathimaruzzahroh, menegaskan bahwa pendekatan haji ramah lansia tidak hanya berbasis fasilitas, tetapi juga kepedulian sosial antarsesama jemaah.
Baca Juga: Stasiun Sidareja Jadi Andalan Warga Cilacap Barat, Tarif KA ke Jakarta Mulai Rp 63 Ribu
“Seluruh jemaah didorong untuk memiliki empati dan saling membantu. Ini penting agar jemaah lansia maupun pengguna kursi roda tetap dapat menjalankan ibadah dengan lancar,” jelasnya.
Proses pemberangkatan jemaah dilakukan dari Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal secara bertahap sesuai jadwal kloter. Pemerintah daerah turut memfasilitasi transportasi dan konsumsi dari titik kumpul di alun-alun menuju Asrama Haji Donohudan.
Panitia haji Kendal, Ahmad Muhammad Zaki, mengatakan bahwa pengaturan waktu keberangkatan dibuat fleksibel guna menghindari penumpukan jemaah, sekaligus memberikan ruang pelayanan yang optimal bagi jemaah berkebutuhan khusus.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesra Setda Kendal, Muh Arif Masrukhin, menambahkan bahwa peningkatan kualitas layanan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan haji tahun ini, khususnya bagi kelompok rentan.
“Pendampingan intensif ini diharapkan mampu meminimalisir kendala di lapangan, sehingga seluruh jemaah dapat beribadah dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujarnya.



