Respons Cepat Aduan Banjir Pekalongan, Wagub Jateng Tinjau Lokasi

Banjir 17 hari di Tirto Pekalongan direspons cepat Wagub Jateng Taj Yasin dengan turun langsung dan menyiapkan alat berat untuk peninggian tanggul.
PEKALONGAN, puskapik.com – Aduan warga terkait banjir berkepanjangan di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, segera ditindaklanjuti Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.
Setelah menerima laporan dari salah satu warga, Taj Yasin langsung turun ke lapangan dan memastikan pengerahan alat berat untuk penanganan darurat, terutama peninggian tanggul dan normalisasi sungai.
Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengungkapkan, laporan pertama ia terima saat berada di Pekalongan untuk menghadiri agenda lain.
Baca Juga: Pasca Banjir Warga Dukuh Kalitus Guci Kesulitan Air Bersih, PMI Kirim Bantuan 48.000 Liter
Seorang warga kemudian menghubungkannya dengan empat kepala desa di Kecamatan Tirto, yakni Desa Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjompo, dan Pacar.
Dari komunikasi tersebut, diketahui banjir telah menggenangi wilayah itu hingga 17 hari.
Menurut Gus Yasin, permintaan warga relatif sederhana, yakni keberadaan alat berat untuk meninggikan tanggul sungai. Ia menilai langkah tersebut penting sebagai bagian dari normalisasi sungai sekaligus penguatan tanggul agar luapan air tidak terus berulang.
“Yang dibutuhkan sebenarnya tidak banyak, hanya alat berat untuk meninggikan tanggul. Ini bagian dari normalisasi sungai sekaligus membangun tanggul,” ujar Gus Yasin, usai meninjau Sungai Sengkarang di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, pada Minggu, 1 Februari 2026.
Baca Juga: Banjir Kepung Pemalang Kota
Ia juga mengapresiasi kesadaran warga yang mulai memahami salah satu penyebab banjir berasal dari aktivitas di bantaran sungai. Pemanfaatan bantaran secara tidak terkendali, kata dia, menyebabkan penurunan elevasi tepi sungai, sehingga saat hujan deras, air mudah melimpas.
Salah seorang warga Desa Tegaldowo, Harmonis mengaku, berinisiatif mengadu lantaran tahu Wagub Jateng sedang berkunjung ke Pondok Pesantren Roudhlotul Qur’an, Jetak Kidul, Wonopringo, Kabupaten Pekalongan.
"Telepon pertama tidak diangkat, kemudian beliau menelepon balik," katanya.
Menurutnya, tanggul sungai membutuhkan peninggian agar tidak banjir lagi.
Kepala Desa Tegaldowo, Budi Junaidi, menjelaskan dampak banjir berdampak pada terganggunya aktivitas warga. “Kami minta Sungai Sengkarang segera dinormalisasi, karena luapan airnya banyak berasal dari sana,” ujar dia.
Sementara itu, relawan setempat, Muhammad Nizar, menyebut banjir dipicu kombinasi beberapa faktor. Selain hujan lokal, terdapat kiriman debit air besar dari wilayah selatan serta limpasan Sungai Sengkarang. Kondisi rob di pesisir juga memperparah situasi karena menghambat pembuangan air ke laut.
Artikel Terkait

Polsek Weleri Edukasi Ratusan Siswa SD di Kendal tentang Bahaya Bullying

Wajah Baru PKL Alun-Alun Kendal, 39 Tenda Seragam Resmi Digunakan

Pemotor Tewas di Pantura Pucuksari Kendal, Kendaraan Misterius Kabur Usai Kecelakaan
