Rumah Lansia di Wadas Kendal Ludes, Diduga Berawal dari Bara Kayu

Jumat, 18 September 2026 | 14.55
Petugas melakuka pendinginan di lokasi kebakaran rummah di Desa Wadas Plantungan Kendal.
Petugas melakuka pendinginan di lokasi kebakaran rummah di Desa Wadas Plantungan Kendal. (edhot)

Rumah lansia Khamidun di Desa Wadas, Plantungan, Kendal, ludes terbakar. Api diduga berasal dari bara kayu dan menyebabkan kerugian Rp50 juta.

KENDAL,puskapik.com – Rumah milik Khamidun, 72, warga Dusun Jambangan RT 04/RW 02, Desa Wadas, Kecamatan Plantungan, Kendal, ludes terbakar, Jumat 18 september 2026. Kebakaran terjadi sekitar pukul 08.30 WIB dan menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Kepala Dusun Jambangan, Pawito, mengatakan kebakaran diduga bermula dari bara kayu bekas membakar kutu di kandang ayam. Bara yang masih menyala kemudian diletakkan di bawah tumpukan kayu di sekitar rumah.

Baca Juga: Pengaruh HP Picu Kasus Pencabulan Anak di Kota Tegal, Orang Tua Wajib Tahu Ini

Sebelumnya, sekitar pukul 08.00 WIB, Khamidun membakar kutu di kandang ayam. Setelah selesai, kayu bekas pembakaran yang masih mengeluarkan asap diletakkan di bawah tumpukan kayu. Khamidun kemudian meninggalkan lokasi.

Api diduga merambat dari tumpukan kayu hingga menyambar bagian rumah. Kobaran api cepat membesar karena sebagian bangunan rumah menggunakan material kayu dan bambu.

Kapolsek Plantungan Iptu Sutrisno mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh, sebelum kebakaran istri Khamidun, Khuzaematun, juga sempat membakar sampah di samping dapur rumah.

Baca Juga: Cerobong Crustine Masih Berdiri, Jejak Kejayaan Pabrik Tapioka Hogwan di Jatisawit Bumiayu

Rumah berukuran sekitar 10 x 8 meter persegi tersebut sebagian bangunannya terbuat dari kayu. Setelah membakar sampah, Khuzaematun meninggalkan lokasi untuk menemui tetangga.

Api kemudian merembet ke dinding dapur hingga membesar. Kebakaran pertama kali diketahui Riyono, anak korban. Ia kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar untuk melakukan pemadaman.

"Warga kemudian bersama-sama berupaya memadamkan api," kata Sutrisno.

Api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas dari Damkar Sukorejo kemudian datang ke lokasi untuk melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

Kondisi Khamidun yang sudah lanjut usia dan disebut mengalami penurunan pendengaran diduga turut membuat tanda-tanda kebakaran tidak segera diketahui. Api pun terlanjur membesar sebelum warga memberikan pertolongan.

Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun, rumah beserta seluruh perabotan dan barang milik korban tidak terselamatkan.***