Sebelum Melaut, Nelayan Kendal Dibekali Cara Baca Cuaca dan Kondisi Laut

BMKG membekali 35 nelayan Kendal melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan. Peserta belajar membaca cuaca, gelombang, arus, angin, serta memanfaatkan teknologi saat melaut.
KENDAL, puskapik.com – Keselamatan nelayan saat melaut tidak hanya bergantung pada kondisi perahu dan perlengkapan keselamatan. Kemampuan membaca cuaca, gelombang, arus, hingga arah angin menjadi hal penting yang perlu dikuasai sebelum berangkat menangkap ikan.
Pengetahuan tersebut diperkuat melalui kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang digelar BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang di Aula Balai Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, selasa 29 seeptember 2026.
Sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas nelayan, penyuluh perikanan, serta koordinator nelayan.
Baca Juga: 312 Kali Kebakaran Terjadi, Kendal Perkuat Kesiapan Warga Hadapi Api
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kondisi cuaca dan laut, mulai dari gelombang, arus laut, hingga kondisi angin. Nelayan juga diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi digital untuk memperoleh informasi yang dapat mendukung aktivitas penangkapan ikan.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Taruna Mona Rachman, mengatakan SLCN menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman nelayan terhadap informasi cuaca sebelum mereka beraktivitas di laut.
Menurutnya, informasi mengenai prakiraan cuaca dan kondisi laut sangat penting karena dapat menjadi salah satu pertimbangan nelayan dalam menentukan waktu keberangkatan maupun wilayah pelayaran.
Baca Juga: Jelang Deadline KPK, Delapan OPD Kendal Diperintahkan Tuntaskan Data
“Melalui sekolah lapang ini, nelayan diberikan pemahaman untuk membaca informasi cuaca, termasuk potensi cuaca ekstrem, tinggi gelombang, dan arah angin. Dengan mengetahui kondisi terkini sebelum melaut, risiko kecelakaan di laut diharapkan bisa dikurangi,” ujarnya.
Ia menambahkan, informasi cuaca yang disampaikan BMKG diharapkan tidak hanya diterima sebagai informasi, tetapi benar-benar dimanfaatkan nelayan dalam mengambil keputusan sebelum berangkat.
Selain aspek keselamatan, teknologi juga diperkenalkan untuk membantu nelayan dalam menentukan lokasi penangkapan ikan.
Peserta dikenalkan dengan aplikasi INAWIS yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi kondisi perairan sekaligus mengetahui potensi lokasi ikan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Hudi Sambodo, mengatakan pemanfaatan teknologi dapat melengkapi pengetahuan nelayan yang selama ini banyak diperoleh secara turun-temurun.
“Pengetahuan yang dimiliki nelayan secara turun-temurun tetap penting. Tetapi sekarang bisa dilengkapi dengan informasi berbasis teknologi, sehingga nelayan mempunyai lebih banyak bahan pertimbangan sebelum menentukan daerah tangkapan,” katanya.
Menurut Hudi, informasi mengenai potensi lokasi ikan juga diharapkan dapat membuat aktivitas penangkapan lebih efektif. Nelayan dapat menentukan wilayah tangkapan dengan mempertimbangkan informasi yang tersedia, tanpa harus terlalu banyak menghabiskan waktu dan bahan bakar untuk mencari lokasi ikan.



