312 Kali Kebakaran Terjadi, Kendal Perkuat Kesiapan Warga Hadapi Api

Pemkab Kendal memberikan dukungan psikososial bagi warga terdampak kebakaran. Selain pendampingan psikolog, edukasi pencegahan dan penanganan awal kebakaran terus diperkuat.
KENDAL, puskapik.com – Api mungkin padam dalam hitungan menit, tetapi dampak kebakaran bisa bertahan jauh lebih lama. Warga yang kehilangan rumah maupun harta benda akibat kebakaran di Kabupaten Kendal juga harus menghadapi kecemasan dan trauma setelah bencana.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkab Kendal. Selain melakukan penanganan terhadap kejadian kebakaran, pemerintah memberikan dukungan psikososial kepada warga yang terdampak agar mereka tidak larut dalam ketakutan setelah musibah.
Kepala Dinas Sosial Kendal Albertus Hendri Setyawan mengatakan, kebakaran tidak hanya menimbulkan kerugian secara fisik. Pengalaman melihat rumah atau lingkungan terbakar dapat meninggalkan tekanan psikologis bagi korban.
Baca Juga: Jelang Deadline KPK, Delapan OPD Kendal Diperintahkan Tuntaskan Data
“Dampaknya bukan hanya secara fisik, tetapi juga psikologis. Ada warga yang mengalami kecemasan dan trauma setelah kejadian,” ujarnya.
Pendampingan dilakukan dengan melibatkan psikolog. Warga diberikan ruang untuk menceritakan pengalaman serta mendapatkan penguatan agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, Pemkab Kendal juga mendorong masyarakat tidak selalu menunggu petugas ketika api pertama kali muncul.
Baca Juga: Semarak HUT ke-81 PMI di Pemalang, Warga Ikuti Senam dan Donor Darah
Albertus mengatakan, edukasi mengenai tindakan awal saat menghadapi kebakaran perlu diperkuat. Warga diharapkan mampu mengenali situasi dan melakukan langkah awal apabila api masih kecil dan kondisi memungkinkan.
Namun, ketika api berkembang dan membahayakan, masyarakat diminta tidak mengambil risiko. Petugas pemadam harus segera dihubungi.
Edukasi dilakukan melalui simulasi oleh Satpol PP dan Damkar serta diperluas menggunakan media sosial. Langkah tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih siap menghadapi situasi darurat.
Kewaspadaan tersebut dinilai penting mengingat kasus kebakaran di Kendal cukup tinggi. Hingga perkembangan terakhir, tercatat 312 kejadian kebakaran.
Sebelumnya, hingga 18 September 2026, Damkar Kendal mencatat 277 kejadian. Dari jumlah itu, 123 merupakan kebakaran hutan dan lahan, 84 rumah dan bangunan, 43 tempat usaha, 12 kendaraan, dua fasilitas umum, serta 13 kejadian lainnya.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kendal Bambang Djoko Pitono mengatakan, faktor kelalaian manusia masih menjadi salah satu pemicu kebakaran.
“Menit awal itu sangat krusial. Kalau api bisa dicegah atau dipadamkan sejak awal, skalanya tidak semakin besar,” katanya.
Bambang menyebut kelalaian dapat berupa kurangnya pengawasan maupun sikap menganggap sepele peralatan dan instalasi listrik.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari meminta masyarakat memperkuat pencegahan dari lingkungan masing-masing. Menurutnya, kebakaran bisa terjadi secara tiba-tiba akibat hal sederhana seperti kompor yang lupa dimatikan atau korsleting listrik.
Pemeriksaan instalasi listrik juga perlu dilakukan secara berkala, terutama pada bangunan yang instalasinya sudah berusia puluhan tahun dan tidak pernah diperbarui.
“Pencegahan itu penting karena bencana datangnya tiba-tiba,” ujar Dyah.
Pemkab Kendal berharap edukasi tidak berhenti setelah terjadi kebakaran. Masyarakat justru perlu dibekali sejak awal agar lebih mampu mengenali potensi bahaya, bertindak cepat, sekaligus mengetahui kapan harus menyerahkan penanganan kepada petugas.
Artikel Terkait

Sebelum Melaut, Nelayan Kendal Dibekali Cara Baca Cuaca dan Kondisi Laut

Jelang Deadline KPK, Delapan OPD Kendal Diperintahkan Tuntaskan Data

Semarak HUT ke-81 PMI di Pemalang, Warga Ikuti Senam dan Donor Darah
