Selangor Kepincut Sistem Pengelolaan Sampah di Banyumas, Siap Jajaki Kerja Sama Teknologi hingga Investasi

Rabu, 15 April 2026 | 18.16
CEO KDEB Waste Management Selangor, Dato Ramli, bersama PT Gibrig Indonesia Bersih foto bersama Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Ruang Joko Kaiman. (FOTO DOK)
CEO KDEB Waste Management Selangor, Dato Ramli, bersama PT Gibrig Indonesia Bersih foto bersama Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Ruang Joko Kaiman. (FOTO DOK)

Selangor tertarik sistem pengelolaan sampah Banyumas, jajaki kerja sama teknologi hingga investasi berbasis ekonomi dan komunitas.

BANYUMAS, puskapik.com – Pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas kembali menarik perhatian internasional.

Rombongan dari Selangor, Malaysia, datang untuk mempelajari langsung sistem yang diterapkan di Banyumas, Rabu 15 April 2026.

Kunjungan dipimpin CEO KDEB Waste Management Selangor, Dato Ramli, bersama PT Gibrig Indonesia Bersih. Mereka diterima Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Ruang Joko Kaiman.

Baca Juga: Asrama Baru Diresmikan, Atlet Paralympic Jateng Ditantang Cetak Prestasi Dunia

Ketertarikan utama datang dari sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang diterapkan hingga tingkat desa. Model ini dinilai sederhana, namun efektif.“Di Selangor ada hampir 275 kampung tradisi. Banyumas jadi contoh menarik untuk kami pelajari dan diterapkan,” kata Dato Ramli.

Tak hanya melihat konsep, rombongan juga meninjau langsung penggunaan mesin pengolah sampah di level lokal yang dinilai efisien dan bisa direplikasi.

Kunjungan ini bukan sekadar studi banding. Ada peluang kerja sama yang mulai dibahas, mulai dari transfer teknologi, sistem pengelolaan berbasis kampung, hingga rencana penandatanganan MoU.

Baca Juga: Turnamen Futsal Antar Pelajar Jadi Ajang Pencarian Bakat Muda di Comal Pemalang

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, mengatakan, keberhasilan pengelolaan sampah di daerahnya tidak dicapai secara instan. Ia mengingatkan, Banyumas pernah mengalami krisis sampah pada 2018.

“Saat itu sampah menumpuk di berbagai tempat. Sejumlah tempat pembuangan akhir bahkan ditutup karena penolakan masyarakat,” jelasnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait