Setahun Pesantren Obah: 230.830 Guru Terima Insentif, 2.000 Hafiz dan 60 Santri Dapat Dukungan

Program Pesantren Obah jadi prioritas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, salurkan insentif guru agama, bisyaroh hafidz, hingga beasiswa santri.
SEMARANG, puskapik.com – Program Pesantren Obah menjadi salah satu dari 11 prioritas pasangan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin). Inisiatif ini difokuskan pada penguatan pendidikan keagamaan serta pemberdayaan kalangan pesantren.
Selama tahun 2025, setidaknya ada tiga kegiatan prioritas Pesantren Obah yang sudah dijalankan. Yakni penyaluran insentif (uang saku) guru agama, bisyaroh santri penghafal Quran, dan beasiswa santri dan pengasuh pesantren.
Data Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah, yang menangani program ini menyampaikan, untuk insentif (uang saku) guru agama, selama tahun 2025, Luthfi-Yasin sudah menyalurkan total kepada 230.830 penerima. Mereka berasal dari guru agama Islam (225.187 orang), Kristen (4.430 orang), Katolik (474 orang), Budha (545 orang), Hindu (180 orang), dan Konghucu (13 orang).
Baca Juga: 1.500 Marbot di Kabupaten Tegal Tedaftar Sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Masing-masing guru agama menerima Rp 1.200.000/tahun. Diberikan setiap empat bulan sekali @Rp 300.000. Dengan total anggaran yang sudah dicairkan sebesar Rp 277.046.000.000, termasuk operasional bagi petugas.
“Untuk tahun 2025, semua anggaran tersebut sudah kita cairkan semua, dan akan kita lanjutkan pada tahun 2026,” kata Gunawan Sudharsono, SE, SH, M.Si, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah, Senin, 23 Februari 2026.
Sedangkan untuk program pemberian bisyaroh (tali asih) santri Penghafal Quran, menurut Gunawan juga sudah dialokasikan untuk 2.000 santri Hafidz Quran. Masing-masing menerima Rp 1000.000. Untuk tahun 2026 dilanjutkan lagi dengan jumlah penerima yang sama.
Untuk beasiswa santri dan pengasuh pesantren, Gunawan menjelaskan dimulai awal tahun 2026. Saat ini masih proses pendaftaran dan seleksi. Dibuka mulai tanggal 18 Februari, seleksi bulan Juni, dan pengumuman Agustus 2026. Informasi dan pendaftaran bisa diunduh di aplikasi JNN-Jateng Ngopeni Nglakoni dan w.w.w.Jatengprov.go.id. Pemprov Jateng telah membentuk Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP), yang bertugas melakukan seleksi calon penerima beasiswa.
Namun begitu, pada anggaran tahun 2026, menurut Gunawan, pemerintah provinsi Jateng sudah menyiapkan dana Rp 6,8 milliar per tahun. Anggaran tersebut untuk beasiswa sebanyak 60 orang. Dengan pembagian 30 orang penerima beasiswa pendidikan dalam negeri, 30 orang lagi untuk pendidikan luar negeri. Mereka menempuh beasiswa vokasi, S1, S2, dan S3. Ditargetkan lulus untuk 4 tahun akademik.
Ali Ansori, S.Pd.I., M.Pd, Ketua Tim Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Jawa Tengah menambahkan, untuk pencairan insentif (uang saku) guru agama dan bisyaroh santri penghafal Quran, adalah hibah dari Provinsi yang teknis pencairanya melalui Kanwil Kemenag Jateng. Sebab yang punya data dan syarat sebagai penerima adalah Kanwil Kemenag.


