Syawalan Kaliwungu Kendal, Menjaga Jejak Keteladanan Kyai Guru di Tengah Tradisi Rakyat

Syawalan Kaliwungu kembali digelar, mengenang KH Asy’ari atau Kyai Guru ke-329. Tradisi ini memadukan doa, teladan ulama, dan kegiatan rakyat untuk melestarikan warisan spiritual.
KENDAL, puskapik.com — Tradisi Syawalan di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kembali digelar dengan penuh khidmat dan semarak.
Tradisi yang dilaksanakan setahun sekali, tepat sepekan setelah Hari Raya Idulfitri ini, sejatinya merupakan peringatan wafatnya ulama besar KH Asy’ari atau yang lebih dikenal sebagai Kyai Guru.
Penegasan makna tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak hanya memaknai Syawalan sebagai ajang keramaian semata, seperti pasar malam dan aktivitas perdagangan, tetapi juga sebagai momentum spiritual untuk mengenang dan meneladani perjuangan ulama.
Baca Juga: 26 Warga Tegal Jalani Rehabilitasi akibat Obat Keras, BNN Ungkap Dampak hingga Gangguan Jiwa
Ribuan peziarah dari berbagai daerah memadati kompleks makam Kyai Guru yang berada di Bukit Jabal, Protomulyo, Kaliwungu.
Mereka datang untuk berdoa sekaligus mengenang jasa besar sang ulama dalam menyebarkan ajaran Islam di wilayah Kendal dan sekitarnya.
Tradisi Syawalan sendiri terus dirawat oleh masyarakat Kaliwungu dengan menggelar doa bersama di makam Kyai Guru.
Baca Juga: Warung Obat-obatan Keras Dibongkar Pemkot Tegal dan BNN
Kegiatan ini bertujuan untuk merenung sekaligus meneladani ajaran para ulama dan auliya yang telah memberikan kontribusi besar dalam kehidupan keagamaan masyarakat.
Dewan Pembina Masjid Besar Al Mutaqqin Kaliwungu, KH Asroi Tohir, menjelaskan bahwa peringatan terhadap tokoh besar seperti Kyai Guru sangat penting agar generasi mendatang tidak kehilangan figur keteladanan.
“Jika tokoh-tokoh besar tidak diperingati, generasi ke depan bisa kehilangan panutan. Maka dari itu, haul ini menjadi momentum untuk mengenang sekaligus meneladani,” ujarnya.
Ia menambahkan, peringatan haul juga menjadi sarana untuk mengingat sejarah, sehingga nilai-nilai perjuangan ulama dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.
Tahun ini, peringatan haul Kyai Guru memasuki tahun ke-329. Berdasarkan catatan sejarah, pendiri Masjid Besar Al Mutaqqin Kaliwungu tersebut wafat pada tahun 1697.
KH Asroi Tohir berharap Pemerintah Kabupaten Kendal dapat merangkum dan mendokumentasikan sejarah para ulama secara lebih sistematis, agar tidak dilupakan oleh generasi mendatang.
Di Kabupaten Kendal sendiri, terdapat banyak tokoh Islam dan auliya yang memiliki peran penting dalam penyebaran agama, seperti Wali Joko, Mbah Gembyang, Mbah Sunan Katong, dan Mbah Sunan Abinowo. Peringatan haul para ulama ini menjadi bentuk takzim dan penghormatan atas jasa-jasa mereka.
Artikel Terkait

Sempat Kabur ke Hutan, Paman Cabul diringkus Polisi di Semarang

Sinergi Kabupaten/Kota di Jateng Diperkuat untuk Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Syariah 2027

Stasiun Kaliwungu kendal Ditarget Beroperasi Lagi Tahun 2027, Pemkab Kendal Sambut Positif
