Tak Mau Pencari Kerja Terjebak Loker Bodong, Pemuda Kendal Manfaatkan TikTok

Pemuda Kendal, Luthfi Awaludin, memanfaatkan TikTok untuk membantu pencari kerja lewat @infokerja.kik dengan menghadirkan informasi loker yang telah dikurasi.
KENDAL, puskapik.com – Bagi sebagian orang, TikTok mungkin hanya menjadi tempat mencari hiburan. Namun, Luthfi Awaludin melihat peluang berbeda.
Pemuda asal Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, tersebut menjadikan media sosial itu sebagai sarana membantu masyarakat menemukan pekerjaan.
Melalui akun @infokerja.kik, Luthfi setiap hari berupaya menghadirkan informasi lowongan pekerjaan kepada masyarakat.
Bukan sekadar mengumpulkan dan mengunggah loker, ia berusaha memastikan informasi yang disampaikan berasal dari sumber yang jelas.
Langkah tersebut dilakukan karena Luthfi melihat pencari kerja masih dihadapkan pada persoalan klasik, yakni sulit membedakan antara lowongan pekerjaan resmi dengan informasi yang berpotensi menjadi modus penipuan.
“Banyak pencari kerja yang membutuhkan informasi cepat. Tetapi, mereka juga harus berhati-hati karena tidak semua informasi lowongan di media sosial bisa dipercaya. Dari situ kami mencoba hadir untuk membantu menyaring informasi tersebut,” kata Luthfi.
Baca Juga: PKS Kota Tegal Soroti Tempat Hiburan Malam, Wali Kota Cup Ikut Terseret
Informasi lowongan kemudian dikemas dalam bentuk video yang singkat dan mudah dipahami. Strategi tersebut membuat sejumlah konten @infokerja.kik mendapatkan respons tinggi dari pengguna TikTok. Beberapa di antaranya bahkan masuk FYP dan ditonton hingga puluhan maupun ratusan ribu kali.
Namun, tingginya angka penonton bukan menjadi tujuan akhir Luthfi. Ia ingin akun tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi pencari kerja.
“Bagi kami, FYP itu bonus. Yang lebih penting adalah informasi yang kami sampaikan sampai kepada orang yang memang sedang membutuhkan pekerjaan,” ujarnya.
Ide membangun @infokerja.kik lahir dari kepedulian terhadap kondisi pencari kerja yang membutuhkan akses informasi lebih mudah. Di tengah perkembangan teknologi, menurut Luthfi, informasi pekerjaan seharusnya dapat diakses secara cepat tanpa membuat masyarakat kehilangan rasa aman.
Karena itu, setiap informasi yang akan dipublikasikan terlebih dahulu dikurasi. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmennya untuk mengurangi risiko masyarakat menjadi korban loker palsu.
“Fokus utama kami adalah menjembatani perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan para pencari kerja, khususnya di wilayah Kendal dan sekitarnya. Semua informasi dikurasi dengan ketat agar pemirsa terhindar dari loker palsu,” jelasnya.
Konsep tersebut sekaligus membuka peluang bagi perusahaan untuk menjangkau calon pekerja melalui media sosial. Informasi rekrutmen yang sebelumnya hanya beredar melalui kanal tertentu dapat dipromosikan kepada audiens yang lebih luas.


