Tak Mau Pencari Kerja Terjebak Loker Bodong, Pemuda Kendal Manfaatkan TikTok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 16.21 WIB
Luthfi Awaludin. (edhot)
Luthfi Awaludin. (edhot)

Pemuda Kendal, Luthfi Awaludin, memanfaatkan TikTok untuk membantu pencari kerja lewat @infokerja.kik dengan menghadirkan informasi loker yang telah dikurasi.

KENDAL, puskapik.com – Bagi sebagian orang, TikTok mungkin hanya menjadi tempat mencari hiburan. Namun, Luthfi Awaludin melihat peluang berbeda.

Pemuda asal Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, tersebut menjadikan media sosial itu sebagai sarana membantu masyarakat menemukan pekerjaan.

Melalui akun @infokerja.kik, Luthfi setiap hari berupaya menghadirkan informasi lowongan pekerjaan kepada masyarakat.

Baca Juga: Ada Fosil Gajah Purba hingga Artefak, Ini Koleksi yang Akan Dipamerkan di Museum Purbakala Buton Brebes

Bukan sekadar mengumpulkan dan mengunggah loker, ia berusaha memastikan informasi yang disampaikan berasal dari sumber yang jelas.

Langkah tersebut dilakukan karena Luthfi melihat pencari kerja masih dihadapkan pada persoalan klasik, yakni sulit membedakan antara lowongan pekerjaan resmi dengan informasi yang berpotensi menjadi modus penipuan.

“Banyak pencari kerja yang membutuhkan informasi cepat. Tetapi, mereka juga harus berhati-hati karena tidak semua informasi lowongan di media sosial bisa dipercaya. Dari situ kami mencoba hadir untuk membantu menyaring informasi tersebut,” kata Luthfi.

Baca Juga: PKS Kota Tegal Soroti Tempat Hiburan Malam, Wali Kota Cup Ikut Terseret

Informasi lowongan kemudian dikemas dalam bentuk video yang singkat dan mudah dipahami. Strategi tersebut membuat sejumlah konten @infokerja.kik mendapatkan respons tinggi dari pengguna TikTok. Beberapa di antaranya bahkan masuk FYP dan ditonton hingga puluhan maupun ratusan ribu kali.

Namun, tingginya angka penonton bukan menjadi tujuan akhir Luthfi. Ia ingin akun tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi pencari kerja.

“Bagi kami, FYP itu bonus. Yang lebih penting adalah informasi yang kami sampaikan sampai kepada orang yang memang sedang membutuhkan pekerjaan,” ujarnya.

Ide membangun @infokerja.kik lahir dari kepedulian terhadap kondisi pencari kerja yang membutuhkan akses informasi lebih mudah. Di tengah perkembangan teknologi, menurut Luthfi, informasi pekerjaan seharusnya dapat diakses secara cepat tanpa membuat masyarakat kehilangan rasa aman.

Karena itu, setiap informasi yang akan dipublikasikan terlebih dahulu dikurasi. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmennya untuk mengurangi risiko masyarakat menjadi korban loker palsu.

“Fokus utama kami adalah menjembatani perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan para pencari kerja, khususnya di wilayah Kendal dan sekitarnya. Semua informasi dikurasi dengan ketat agar pemirsa terhindar dari loker palsu,” jelasnya.

Konsep tersebut sekaligus membuka peluang bagi perusahaan untuk menjangkau calon pekerja melalui media sosial. Informasi rekrutmen yang sebelumnya hanya beredar melalui kanal tertentu dapat dipromosikan kepada audiens yang lebih luas.

Keseriusan Luthfi mengelola aktivitas digital tersebut diperkuat dengan kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan melalui Kementerian Investasi/BKPM.

Legalitas usaha tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperluas jaringan kerja sama dengan perusahaan, termasuk perusahaan berskala nasional yang membutuhkan media untuk menyampaikan informasi rekrutmen.

“Legalitas ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan platform secara lebih profesional. Kami ingin perusahaan juga merasa yakin ketika bekerja sama dengan @infokerja.kik,” ungkapnya.

Tak hanya lowongan pekerjaan, akun tersebut juga mengembangkan konten berupa tips karier dan pengembangan kompetensi. Materi tersebut ditujukan untuk membantu pencari kerja tidak hanya menemukan pekerjaan, tetapi juga lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja.

Luthfi berharap @infokerja.kik dapat terus berkembang menjadi ruang informasi yang mempertemukan dua kebutuhan sekaligus, yakni perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.

“Harapannya, semakin banyak perusahaan yang membuka rekrutmen secara resmi melalui platform ini. Kami ingin menjadi bagian dari proses mempertemukan perusahaan dengan orang-orang yang tepat,” pungkasnya.

Artikel Terkait