Tokoh Agama dan Masyarakat Jateng Sampaikan Seruan Damai untuk Indonesia

Senin, 1 September 2025 | 12.42

PUSKAPIK.COM, Semarang - Para tokoh agama, masyarakat, pemuda, serta berbagai elemen di Jawa Tengah menyerukan pesan damai di tengah dinamika yang tengah berlangsung di tanah air. Seruan damai itu dik...

PUSKAPIK.COM, Semarang - Para tokoh agama, masyarakat, pemuda, serta berbagai elemen di Jawa Tengah menyerukan pesan damai di tengah dinamika yang tengah berlangsung di tanah air. Seruan damai itu dikemas dalam acara “Istighotsah dan Doa Bersama, Dari Jateng untuk Indonesia” yang digelar di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Minggu, 31 Agustus 2025 malam. Acara tersebut diinisiasi organisasi pemuda di Jawa Tengah, meliputi GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah. Dalam acara tersebut hadir pula para tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forkopimda Jawa Tengah termasuk Gubernur Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin, dan Sekretaris Daerah Jateng Sumarno. Doa bersama diawali dengan khataman Qur''an yang diselenggarakan pukul 18.00 WIB sampai 19.00 WIB. Setelah itu dilanjutkan dengan istighotsah dan doa bersama lintas agama. Doa lintas agama dimulai dari perwakilan agama Konghucu, dilanjutkan agama Buddha, Hindu, Kristen, Katolik, dan Islam. Acara ditutup dengan deklarasi damai yang dibacakan berbagai organisasi kepemudaan di Jawa Tengah. Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Ahmad Darodji mengatakan, semua masyarakat lintas agama diperintahkan untuk saling mengenal dan bersatu. Persatuan dan kesatuan yang selama ini sudah terjalin, diharapkan dapat memberikan kehidupan yang senantiasa sejuk, tidak mudah terprovokasi, dan menciptakan kedamaian dan ketentraman. "Ayo kita bersama-sama bersatu. Kita ini saling membutuhkan, kita ini saling mengisi, memberikan nasihat, dan kita tidak ingin adanya provokasi yang mengakibatkan tindakan anarkis. Kita pasti membutuhkan orang lain, kita tidak dapat hidup sendiri, kita bersama orang lain," katanya. Senada disampaikam Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, Imam Yahya. Pihaknya memohon kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk senantiasa menjaga kerukunan, dan kedamaian. Terutama di saat semua sedang melakukan proses demokratisasi di Indonesia. Ia juga berharap kepada seluruh tokoh agama untuk memperbanyak doa, agar upaya-upaya yang dilakukan seluruh elemen masyarakat dan negara, dapat berlangsung dengan baik dan seluruh umat bersatu padu. "Kami atas nama FKUB Jawa Tengah mendukung sepenuhnya kepada seluruh aparat pemerintah, baik yang di kabupaten/kota untuk senantiasa mewujudkan kedamaian bersama," katanya. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, doa bersama tersebut diselenggarakan dalam rangka memberikan kesejukan masyarakat Jawa Tengah. Khususnya pascaberbagai peristiwa yang terjadi di Jawa Tengah dan Indonesia pada satu pekan terakhir. "Kita menjaga Jawa Tengah sama dengan menjaga Indonesia. Dari Jawa Tengah lah kita pancarkan kedamaian-kedamaian, sehingga terpancarkan ke seluruh Indonesia, karena Jawa Tengah menjadi pusarnya Jawa dan Indonesia," kata Luthfi. Pemilihan tempat di Wisma Perdamaian juga mengandung makna khusus. Sesuai dengan nama gedungnya, kedamaian akan tercipta di seluruh penjuru wilayah. "Kekuatan Jawa Tengah adalah adanya kerukunan, adanya kebersamaan, adanya gotong royong. Ini menjadi nafas kita dalam rangka membangun wilayah," tandasnya. **

Artikel Terkait